Konten dari Pengguna

Legenda Ina Luhu atau Nenek Luhu, Cerita Masyarakat Maluku

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi legenda Ina Luhu. Unsplash.com/Josh Hild
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi legenda Ina Luhu. Unsplash.com/Josh Hild

Cerita rakyat selalu punya keistimewaan sendiri bagi masyarakat Nusantara. Satu dari sekian banyak cerita rakyat yang melegenda adalah legenda Ina Luhu atau nenek Luhu dari masyarakat Maluku.

Cerita rakyat yang satu ini memikat hati masyarakat, karena berasal dari daerah timur Indonesia, Maluku. Cerita rakyat Ina Luhu diturunkan dan diceritakan dari generasi ke generasi. Legenda ini tak dapat dipisahkan dari warisan leluhur masyarakat setempat.

Legenda Ina Luhu

Ilustrasi legenda Ina Luhu. Unsplash.com/Hannah Tu

Dikutip dari rri.co.id, legenda Ina Luhu atau Nenek Luhu yang dikisahkan masyarakat Maluku berbunyi: Nenek Luhu adalah sosok manusia biasa yang di kemudian hari menjadi sosok mistis akibat kisah hidupnya yang tragis.

Zaman dahulu di Negeri Luhu, Pulau Seram, Ambon, ada suatu kerajaan yang maju hingga pada masa penjajahan Belanda. Sang pemimpin kerajaan ini adalah Raja Gimalaha Luhu Tuban yang memiliki istri seorang permaisuri bernama Puar Bulan.

Raja Gimalaha dan Puar Bulan memiliki tiga orang anak. Dua orang putra bernama Sabadin Luhu dan Kasim Luhu, kemudian seorang anak perempuan jelita yang bernama Ta Ina Luhu, anak sulung.

Kerajaan Luhu terkenal sebagai kerajaan yang mempunyai kekayaan melimpah. Kabar kekayaan kerajaan ini terdengar oleh para penjajah dari Belanda. Saat itu, pasukan Belanda yang bermarkas di Kota Ambon langsung menyerang Negeri Luhu di Pulau Seram tersebut.

Sangat sedikit orang-orang yang bisa selamat dari penyerbuan Belanda ini. Salah satu korbannya adalah putri sulung raja, Ta Ina Luhu.

Meskipun Ta Ina Luhu selamat dari kematian, ia justru harus merasakan penindasan oleh para penjajah Belanda dan dipaksa memenuhi nafsu bejat para panglima perang Belanda di Ambon.

Kekerasan dan penindasan yang ia alami itulah, membulatkan tekadnya untuk melarikan diri dari tawanan para penjajah.

Di suatu malam, Ta Ina Luhu melihat penjagaan di markas Belanda sedang lengah. Ia manfaatkan kondisi itu untuk lari menggunakan seekor kuda milik Belanda ke Negeri Soya.

Kedatangan sang putri di Negeri Soya disambut hangat oleh sang raja dan orang-orang kerajaan. Ia pun diperlakukan dengan sebaik mungkin.

Ta Ina Luhu pun sangat berterima kasih atas perlakukan baik yang diterimanya, bahkan Raja pun telah menganggap dirinya seperti anak sendiri.

Hingga beberapa bulan berlalu, Ta Ina Luhu merasakan hal yang tak biasa terjadi pada dirinya dan perutnya yang membesar. Ternyata, dirinya sedang mengandung seorang bayi karena perbuatan nista diperkosa orang-orang Belanda.

Sontak saat mengetahui kehamilan itu, ia berniat pergi secara diam-diam dari Kerajaan Soya karena tak mungkin diizinkan oleh raja. Tibalah di suatu malam yang sepi, ia memacu kudanya dengan cepat untuk pergi dari istana menuju arah pegunungan.

Kabar perginya Ta Ina Luhu ini pun tersebar di istana. Sang raja langsung memerintahkan kepada prajuritnya untuk membawa Ta Ina Luhu pulang kembali.

Pagi harinya, Ta Ina Luhu yang masih tertidur di bawah pohon, mendengar suara prajurit yang memanggil namanya agar pulang. Ia pun segera menaiki kudanya dan menjauhi sumber suara itu. Akan tetapi, tetap saja ia dapat disusul oleh para prajurit.

Setelah tertangkap oleh prajurit, Ta Ina Luhu memohon agar dirinya dibiarkan pergi dari kerajaaan. Namun, permintaan itu ditolak oleh para prajurit.

Ta Ina Luhu merasa malu apabila ia kembali karena akan merepotkan orang istana karena kondisinya yang tengah hamil tersebut. Oleh karena itu, ia terus memohon agar diizinkan untuk pergi.

Dengan kerendahan hatinya, Ta Ina Luhu bermunajat kepada Tuhan agar ia terbebas dari kehendak para prajurit yang hendak membawanya kembali ke istana. Dengan munajatnya tersebut, tiba-tiba Ta Ina Luhu menghilang secara ajaib dan misterius yang membuat para prajurit kebingungan.

Setelah menghilangnya Ta Ina Luhu pada hari itu, ia dikabarkan tak pernah muncul lagi. Tak ada pula yang mengetahui kabarnya, baik dalam keadaan hidup atau sudah meninggal dunia.

Dari cerita rakyat yang berkembang tentang hilangnya Ta Ina Luhu yang misterius, terjadilah peristiwa aneh di masyarakat sekitar. Pasca kejadian itu, terdapat banyak anak yang hilang secara misterius juga dan tak diketahui keberadaannya.

Masyarakat sekitar pun beranggapan dan mempercayai bahwa anak-anak itu diculik oleh Nenek Luhu, yang sekarang diabadikan dalam legenda Ina Luhu masyarakat Maluku. (Aya)

Baca juga: Legenda Batu Bagga: Asal-Usul dan Kisah di Baliknya