Konten dari Pengguna

Legenda Kawah Sikidang yang Dilestarikan Masyarakat Sekitar

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legenda Kawah Sikidang. Unsplash.com/Inisial M.05
zoom-in-whitePerbesar
Legenda Kawah Sikidang. Unsplash.com/Inisial M.05

Keindahan alam yang mempsona di Kawah Sikidang, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, menyimpan kisah menarik di balik asal usulnya. Kisah yang dilestarikan masyarakat sampai hari ini adalah legenda Kawah Sikidang, permukaan di balik terbentuknya kawah ini.

Dikutip dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, kawah ini adalah daya tarik menakjubkan bagi wisatawan lokal hingga mancanegara. Secara geologis, Kawah Sikidang terbentuk karena adanya aktivitas vulkanik di kawasan Dieng sebagai daerah dengan banyak kawah dan sumber air panas.

Legenda Kawah Sikidang tentang Putri Raja yang Cantik

Legenda Kawah Sikidang. Unsplash.com/Inisial M.05

Bagi masyarakat yang ingin mengeksplorasi pengetahuan lebih jauh seputar asal usul kawah indah di Dieng ini, simak legenda Kawah Sikidang yang dirangkum dari budaya-indonesia.org berikut ini:

Dikisahkan pada zaman dahulu terdapat kerajaan di Dieng yang memiliki seorang putri cantik bernama Shinta Dewi. Karena kecantikannya, banyak sekali para pangeran dan bangsawan yang ingin meminang Putri Shinta Dewi.

Namun tak ada satupun yang berani datang untuk meminangnya. Ada sosok pangeran kaya raya bernama Kidang Garungan yang dikenal amat sakti mandraguna.

Pangeran Kidang Garungan mendengar kabar kecantikan Putri Shinta Dewi dan berminat untuk meminangnya. Kemudian sang pangeran mengirim utusan ke kerajaan Dieng untuk menyampaikan niatnya tersebut kepada Putri Shinta Dewi.

Mendengar kabar dari utusan Pangeran Kidang Garungan, Putri Shinta Dewi setuju dengan pinangannya karena tertarik dengan kekayaan serta kesaktian sang pangeran.

“Baiklah, aku terima pinangan Pangeran Kidang Garungan. Sampaikan pada pangeranmu untuk datang langsung kemari dan menyampaikan lamarannya.” tukas Putri Shinta Dewi.

Setelah mendengar informasi dari utusannya bahwa pinangannya diterima, Pangeran Kidang sangat bahagia. Ia langsung menyiapkan diri untuk pergi menuju Dieng.

Ia juga menyiapkan kereta yang indah berlapis emas dengan kuda-kuda terbaiknya. Berbagai hadiah indah dan mahal pun telah disiapkan untuk diberikan kepada Putri Shinta Dewi. Kemudian Pangeran Kidang Garungan diiringi para pengawal pun berangkat.

Di istana Dieng, Shinta Dewi juga tengah mengadakan persiapan penyambutan di Istana Kerajaan. Tidak lama kemudian, Pangeran Kidang Garungan pun tiba di istana Putri Shinta Dewi.

Namun betapa terkejutnya hati Putri Shinta Dewi ketika melihat rupa sang Pangeran. Tubuhnya lemas seketika saat mengetahui bahwa ternyata Pangeran Kidang Garungan berkepala seekor kijang jantan.

Tubuh sang Pangeran tegap dan gagah, tapi kepalanya berbentuk kepala kijang jantan dan dilengkapi dengan kedua tanduknya.

Putri Shinta Dewi pun memanggil para dayang-dayang. Ia mengatakan bahwa ia hendak menolak lamaran sang Pangeran namun merasa tidak enak.

Setelah gelisah cukup lama, akhirnya sang putri mendapatkan ide untuk menolak lamaran sang Pangeran. Ia meminta prajuritnya agar bersiap-siap menerima perintahnya.

Kemudian Shinta Dewi pergi menemui Pangeran Kidang Garungan. Sang Putri mengajukan sebuah persyaratan agar sang pangeran membuat sumur yang amat dalam dan besar apabila ingin menikahinya.

“Hendaklah Pangeran membuatkan hamba sebuah sumur yang dalam dan besar apabila memang serius hendak menikahi hamba. Pangeran sendiri yang harus membuatnya. Kita akan menggunakannya untuk mandi kita bersama” ujar Shinta Dewi.

Pangeran langsung menuruti permintaan Shinta Dewi. Ia mengerahkan segala kesaktiannya dan menggali tanah untuk menciptakan sebuah lubang besar. Dalam waktu singkat, lubang sumur permintaan Shinta Dewi hampir selesai.

Shinta Dewi merasa ketakutan melihat kemampuan sang Pangeran. Tanpa pikir panjang, Shinta Dewi memerintahkan prajuritnya untuk menimbun lubang tersebut dengan tanah agar pangeran Kidang Garungan tertimbun tanah.

Pangeran pun terkejut dan sangat marah ketika mengetahui lubang itu ditimbun atas perintah Shinta Dewi. Ia pun sadar bahwa Shinta Dewi berusaha menggagalkan pernikahan mereka.

Pangeran mengerahkan kesaktiannya untuk keluar dari lubang hingga terjadilah ledakan besar ketika sang pangeran berusaha keluar dari timbunan tanah. Tanah di sekitar lubang ikut bergetar dengan sangat hebat.

Sebelum sang Pangeran berhasil keluar dari lubang, Shinta Dewi memerintahkan prajuritnya untuk menimbun kembali dengan tanah hingga akhirnya sang Pangeran tidak mampu keluar dari lubang.

Menyadari bahwa ia tidak mampu keluar dari lubang tersebut, Pangeran Kidang Garungan sangat marah. Ia sangat sakit hati dan mengutuk seluruh keturunan Shinta Dewi akan berambut gimbal.

Hingga saat ini, sumur tersebut masih terus meledak hingga menyebabkan tanah di atasnya bergetar. Masyarakat sekitar menamai sumur tersebut dengan nama Kawah Sikidang. Dalam bahasa jawa, Kidang artinya adalah Kijang.

Masyarakat pun mempercayai bahwa penduduk sekitar Dieng yang memiliki rambut gimbal merupakan keturunan Putri Shinta Dewi. Dari legenda Kawah Sikidang dan asal mula pembentukannya, dapat dilihat kearifan lokal yang terus dilestarikan masyarakat Indonesia. (Aya)

Baca juga: Legenda Kebo Iwa dari Bali, Cerita Rakyat tentang Kekuatan dan Pengorbanan