Legenda Pulau Tidung di Kepulauan Seribu yang Berkaitan dengan Sejarah
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak hanya wisatanya, legenda Pulau Tidung di Kepulauan Seribu juga menarik untuk diulik. Kisahnya ada beberapa versi, salah satunya berkaitan dengan cerita seorang raja dari Kalimantan Utara.
Legendanya diceritakan terjadi pada masa kolonial Belanda yang lambat laun menjadi daerah wisata. Pulau Tidung mulai dibuka sebagai tempat wisata sekitar tahun 2000-an.
Legenda Pulau Tidung Sebagai Tempat Pengasingan Raja
Mengutip laman jadesta.kemenpar.go.id, legenda Pulau Tidung tersebar secara turun-temurun dan dipercaya hingga kini oleh masyarakat di wilayah Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Berdasarkan legenda, Pulau Tidung dulu menjadi tempat pengasingan raja ke-13 Suku Tidung asal Kalimantan Utara yang bernama Raja Pandita pada masa kolonial Belanda, sekitar tahun 1892.
Nama Tidung diambil dari daerah asal Raja Pandita yang saat itu menjadi pemimpin Suku Tidung.
Sebelum diubah, pulau tersebut bernama Pulau Air Besar. Kemudian diubah menjadi nama yang dikenal sekarang. Tujuannya adalah untuk mengenang Raja Pandita yang sangat berjasa bagi masyarakat di sana.
Konon, pulau Pulau Tidung dijaga oleh tiga tokoh sakti yang menyebar di tiga titik berbeda. Raja Pandita di menjaga bagian barat, Kohar di bagian tengah, dan Panglima Hitam di bagian timur.
Berkat penjagaan itu, masyarakat sekitar percaya bahwa pulau ini sulit diserang oleh musuh meski datang dari berbagai arah.
Wisata Pulau Tidung semakin menarik karena adanya jembatan cinta yang menyimpan berbagai mitos menarik tentang cinta dan jodoh. Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut :
1. Enteng Jodoh
Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tidung tidak sedikit yang memiliki tujuan untuk mengunjungi jembatan cinta.
Mereka percaya bahwa bagi orang yang belum memiliki pasangan, jika melompat dari atas jembatan ke air laut maka akan membuat enteng jodoh.
2. Cinta Abadi
Mitos lainnya yakni apabila ada sepasang kekasih yang berjalan menyeberangi jembatan bersama, maka diyakini hubungannya akan langgeng dan tidak mudah berpisah.
3. Membuang sial
Berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat, seseorang bisa membuang sial dengan cara melompat dari ketinggian sekitar 5 hingga 8 meter.
Melakukan aksi ini diyakini mampu menghilangkan rasa takut, niat buruk, dan pikiran negatif.
Demikian legenda Pulau Tidung yang berkaitan dengan sejarah masa lampau. Hingga kini pulau tersebut masih ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. (NOV)
Baca juga: Cerita Rakyat yang Hampir Punah dan Jarang Diketahui Generasi Muda