Legibility adalah Apa? Ini Arti, Fungsi, dan Pentingnya dalam Desain
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Legibility adalah kejelasan atau kemudahan mata dalam mengenali huruf dalam tulisan. Terdengar sederhana, namun justru menyimpan makna yang lebih dalam ketika seseorang mulai menaruh perhatian pada bagaimana sebuah tulisan dipahami oleh mata dan pikiran.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering berhadapan dengan berbagai bentuk teks yaitu mulai dari papan petunjuk jalan, tampilan aplikasi di ponsel, hingga desain kemasan produk yang menarik perhatian.
Namun, tidak semua tulisan mampu menyampaikan pesan dengan mudah dan nyaman dibaca.
Legibility adalah Kemudahan Mata dalam Mengenali Tulisan
Dikutip dari laman binus.ac.id, mengungkapkan bahwa legibility adalah tingkat kejelasan visual suatu teks yang menentukan seberapa mudah tulisan tersebut dapat dibaca dan dipahami oleh pembaca.
Kejelasan ini terbentuk dari susunan typeface yang meliputi pemilihan jenis huruf, ukuran, pengaturan paragraf, serta spasi yang disesuaikan dengan konteks desain.
Oleh karena itu, setiap elemen visual dalam teks memiliki peran penting dalam memastikan pesan tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kebingungan.
Penggunaan huruf telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Dalam penulisan karya akademik maupun proses kreatif desain, huruf berfungsi sebagai media utama penyampaian pesan tekstual.
Namun demikian, dalam praktiknya, huruf sering digunakan tanpa mempertimbangkan aspek visual yang tepat, sehingga pesan yang ingin disampaikan menjadi sulit dibaca.
Kondisi ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi desktop publishing yang memberikan kemudahan akses penggunaan berbagai jenis typeface melalui komputer pribadi.
Jika pada awal abad ke-20 penggunaan huruf masih terbatas pada kalangan tertentu, kini kemudahan tersebut justru memunculkan persoalan baru berupa penggunaan huruf yang kurang tepat secara visual.
Sering kali, aspek seperti bidang penempatan huruf, ukuran, jarak pandang, serta karakteristik pembaca tidak diperhatikan dengan baik.
Selain itu, perkembangan media penerbitan dari bentuk cetak hingga layar digital seperti monitor dan layar sentuh turut menambah kompleksitas dalam menentukan penggunaan huruf yang sesuai.
Dalam hal ini, legibility menjadi parameter penting yang membantu mengarahkan penggunaan huruf agar lebih tepat.
Penelitian mengenai legibility, sebagaimana disampaikan oleh Lidwell, Holden, dan Butler (2003), terus berkembang sebagai respons terhadap perubahan medium serta dampak dari penggunaan huruf yang tidak sesuai.
Salah satu aspek penting dalam legibility adalah ukuran huruf. Pada media cetak, ukuran yang dianggap optimal berkisar antara 9 hingga 12 poin, sedangkan ukuran yang lebih kecil umumnya digunakan untuk keterangan tambahan seperti caption atau catatan.
Sementara itu, pada layar dengan resolusi rendah atau untuk pembaca lanjut usia, penggunaan ukuran huruf yang lebih besar lebih disarankan guna meningkatkan keterbacaan.
Jenis huruf juga menjadi pertimbangan, meskipun baik Serif maupun Sans Serif memiliki performa yang relatif setara.
Oleh karena itu, pemilihan jenis huruf lebih didasarkan pada pertimbangan estetika. Selain itu, kontras antara teks dan latar belakang harus diperhatikan dengan baik.
Tingkat kontras yang tinggi, yaitu lebih dari 70%, mampu meningkatkan legibility secara signifikan, sedangkan penggunaan latar belakang berpola atau bertekstur sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kejelasan teks.
Dalam pengaturan paragraf, tidak terdapat aturan baku terkait penggunaan rata kiri-kanan atau tidak, karena hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan desain.
Namun, lebar baris yang ideal untuk ukuran huruf 9–12 poin berkisar antara 8 hingga 13 cm, sehingga mampu memuat sekitar 10–12 kata atau 35–55 karakter per baris.
Selain itu, pengaturan spasi atau leading juga berperan penting, yaitu sekitar 1–4 poin lebih besar dari ukuran huruf.
Penggunaan huruf dengan proporsi visual yang baik umumnya lebih disarankan dibandingkan jenis monospaced karena mampu memberikan kenyamanan baca yang lebih optimal.(DANI)
Baca juga: Inquiry adalah Apa? Temukan Informasinya di Sini