Konten dari Pengguna

Luweng adalah Lubang di Tanah, Kenali Pengertian dan Fungsinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Luweng adalah lubang di tanah. Foto: Unsplash/Gautier Pfeiffer
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Luweng adalah lubang di tanah. Foto: Unsplash/Gautier Pfeiffer

Luweng adalah lubang di tanah yang keberadaannya dapat ditemukan di sejumlah kawasan, terutama daerah dengan kondisi batuan karst. Bentuknya bisa terlihat seperti cekungan atau lubang besar yang terbuka ke bawah permukaan.

Bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, bentuk tersebut tentu menimbulkan rasa penasaran tentang bagaimana lubang itu terbentuk dan apa yang terdapat di dalamnya.

Keberadaan luweng juga tidak hanya berkaitan dengan kondisi permukaan tanah, tetapi memiliki hubungan dengan gua serta aliran air yang berada di bawah tanah.

Luweng adalah Lubang Besar di Tanah

Ilustrasi Luweng adalah lubang di tanah. Foto: Unsplash/Árpád Czapp

Luweng adalah lubang besar di tanah yang terbentuk secara alami, khususnya pada kawasan karst.

Mengutip laman disarpus.wonogirikab.go.id, luweng atau sinkhole merupakan lubang alami yang terbentuk akibat runtuhnya bagian atas gua bawah tanah.

Prosesnya berkaitan dengan pelarutan batu gamping oleh air hujan yang kemudian membentuk rongga di bawah permukaan. Ketika rongga tersebut semakin besar dan lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, bagian permukaan dapat runtuh dan membentuk lubang yang disebut luweng.

Di Wonogiri, luweng banyak ditemukan di kawasan karst bagian selatan, termasuk Pracimantoro, Eromoko, Giritontro, dan Giriwoyo. Bentuknya juga dapat berbeda-beda.

Ada luweng yang relatif dangkal dengan kedalaman sekitar 3 hingga 20 meter, sedangkan luweng yang lebih dalam dapat mencapai 20 sampai 100 meter. Beberapa di antaranya terhubung dengan sungai bawah tanah sehingga memiliki hubungan penting dengan sistem air di kawasan karst.

Selain menjadi bagian dari bentang alam, luweng juga dapat berhubungan dengan sumber air. Air hujan yang masuk ke kawasan karst dapat meresap melalui batuan dan kemudian mengalir ke bagian bawah tanah.

Pada luweng tertentu, air tersebut dapat muncul kembali sebagai mata air. Kondisi inilah yang membuat beberapa luweng memiliki nilai bagi masyarakat sekitar.

Meski demikian, luweng tidak selalu aman untuk didekati. Lubang yang dalam dapat memiliki kondisi yang berbahaya, terlebih jika terdapat sungai bawah tanah di bagian dasarnya.

Luweng juga menjadi bagian penting dalam kajian kawasan karst karena membantu menunjukkan proses terbentuknya jaringan gua dan aliran air bawah tanah. (Arif)

Baca juga: Apa Arti Biodiversitas dan Mengapa Penting bagi Kehidupan?