Makhluk Hidup yang Dapat Melakukan Fotosintesis dalam Ekosistem dan Perannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan tentang makhluk hidup yang dapat melakukan fotosintesis dalam ekosistem berperan sebagai apa dapat dijelaskan melalui aliran energi dalam rantai makanan.
Proses fotosintesis menjadi salah satu dasar terbentuknya hubungan makan dan dimakan dalam ekosistem.
Selain itu, peran setiap organisme dalam ekosistem berkaitan dengan cara mendapatkan energi untuk menjalankan kehidupannya.
Makhluk Hidup yang Dapat Melakukan Fotosintesis dalam Ekosistem Berperan Sebagai Produsen
Dikutip dari bio.libretexts.org, makhluk hidup yang dapat melakukan fotosintesis dalam ekosistem berperan sebagai produsen karena mampu membuat makanan sendiri dengan memanfaatkan energi cahaya matahari.
Tumbuhan hijau merupakan contoh utama, sedangkan alga dan beberapa jenis bakteri seperti sianobakteri juga dapat menjalankan proses tersebut.
Fotosintesis menggunakan energi cahaya untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi senyawa berkarbohidrat yang menyimpan energi kimia.
Oksigen juga dilepaskan selama proses berlangsung. Energi yang tersimpan dalam makanan kemudian dapat berpindah ke organisme lain melalui proses makan dan dimakan.
Posisi produsen berada pada tingkat awal rantai makanan. Contohnya terlihat pada hubungan rumput, belalang, katak, dan ular. Rumput menghasilkan makanan melalui fotosintesis, lalu belalang memperoleh energi dengan memakan rumput.
Katak mendapatkan energi dari belalang, sedangkan ular dapat memperoleh energi dengan memangsa katak.
Aliran energi tersebut membuat produsen memiliki fungsi penting bagi konsumen. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan melalui fotosintesis sehingga membutuhkan sumber makanan dari organisme lain.
Bahkan ketika seekor hewan memakan hewan lain, energi yang diperoleh tetap dapat ditelusuri kembali kepada tumbuhan atau organisme fotosintetik yang berada di awal rantai makanan.
Selain menyediakan energi, organisme fotosintetik membantu menyediakan bahan organik bagi ekosistem.
Karbon dari karbon dioksida diolah menjadi gula yang dapat digunakan untuk membentuk berbagai senyawa penting, termasuk karbohidrat, lipid, protein, dan molekul organik lainnya.
Fotosintesis juga berperan dalam menyediakan oksigen bagi kehidupan. Oksigen yang dilepaskan dapat digunakan dalam respirasi sel oleh manusia dan berbagai organisme lain.
Fungsi tersebut membuat organisme fotosintetik memiliki peran yang berkaitan dengan ketersediaan makanan sekaligus gas yang dibutuhkan untuk proses kehidupan.
Alga memiliki fungsi serupa di lingkungan perairan karena dapat menghasilkan bahan organik yang menjadi sumber energi bagi organisme lain.
Sianobakteri juga mampu memanfaatkan cahaya untuk menghasilkan senyawa berenergi. Perbedaan habitat tidak mengubah fungsi utamanya sebagai organisme yang memasukkan energi cahaya ke dalam sistem kehidupan.
Dengan demikian, produsen menjadi titik awal masuknya energi matahari ke dalam ekosistem dan menyediakan bahan organik bagi organisme lain. Jadi, makhluk hidup yang dapat melakukan fotosintesis dalam ekosistem berperan sebagai produsen. (Suc)
Baca Juga: Hubungan Populasi Suatu Makhluk Hidup dengan Transfer Energi dalam Ekosistem