Konten dari Pengguna

Makna Motif Batik Lereng dalam Budaya Jawa dan Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna motif batik lereng dalam budaya Jawa. Foto: Unsplash/Ed Us
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna motif batik lereng dalam budaya Jawa. Foto: Unsplash/Ed Us

Makna motif batik lereng dalam budaya Jawa berkaitan dengan keberadaannya sebagai salah satu pola lama yang diciptakan untuk keluarga kerajaan.

Pola tersebut tidak hanya menarik dari segi bentuk, tetapi juga memiliki ciri visual yang membedakannya dari ragam hias lainnya.

Dalam budaya Jawa, Batik Lereng menjadi bagian dari perkembangan seni batik yang memiliki karakter tersendiri.

Makna Motif Batik Lereng dalam Budaya Jawa, Perjalanan Hidup yang Tak Putus

Ilustrasi Makna motif batik lereng dalam budaya Jawa. Foto: Unsplash/Joshua Kuswardi

Makna motif batik Lereng dalam budaya Jawa menggambarkan kehidupan yang berlangsung secara berkesinambungan. Pola yang saling terhubung dapat dimaknai sebagai gambaran perjalanan hidup yang tidak terputus.

Susunan tersebut juga mengandung pesan agar seseorang terus berusaha memperbaiki diri secara konsisten. Dengan demikian, motif Batik Lereng tidak hanya menghadirkan pola yang teratur, tetapi juga menyimpan gambaran mengenai perjalanan kehidupan.

Makna lainnya berkaitan dengan usaha menjaga kesejahteraan dalam hubungan antara manusia dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan. Hubungan yang saling berkaitan tersebut menjadi bagian dari pesan yang terdapat pada motif Parang atau Lereng.

Nilai tersebut menunjukkan adanya keterhubungan dalam kehidupan yang perlu dijaga dengan baik. Penjelasan ini merujuk pada kajian yang dikutip dalam artikel detikNews mengenai makna motif Batik Parang Lereng.

Garis diagonal pada Batik Lereng juga menggambarkan cita-cita yang luhur, keteguhan pendirian, dan kesetiaan terhadap nilai kebenaran.

Arah diagonal yang menjadi ciri utama motif tersebut bukan hanya membentuk tampilan visual, tetapi juga dikaitkan dengan pesan mengenai sikap dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, unsur garis menjadi bagian penting dalam memahami makna yang terkandung dalam motif Batik Lereng.Dari segi bentuk, Batik Lereng memiliki ciri berupa susunan diagonal yang tegas dengan pola menyerupai huruf S yang saling bersambung.

Pola tersebut juga dapat terlihat seperti rangkaian ombak yang saling berkaitan. Susunan yang berkesinambungan inilah yang menjadi karakter visual dari motif Parang atau Lereng.

Dalam buku Seni Kriya Nusantara, Batik Lereng dijelaskan sebagai salah satu pola lama yang diciptakan untuk keluarga kerajaan. Desain ragam hiasnya berupa baris diagonal pada pola yang berada di antara ragam hias Parang.

Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa Batik Lereng memiliki karakter visual sekaligus latar penciptaan yang berkaitan dengan lingkungan kerajaan.

Pada perkembangannya, motif Parang atau Lereng kemudian dikenal lebih luas dan digunakan dalam berbagai keperluan. Meskipun demikian, dalam lingkungan keraton tertentu terdapat aturan mengenai penggunaan motif tersebut.

Makna motif batik Lereng dalam budaya Jawa mengandung makna tentang kesinambungan kehidupan, usaha memperbaiki diri, hubungan yang harmonis dengan alam, sesama manusia, dan Tuhan, serta keteguhan dalam mengejar cita-cita dan memegang nilai kebenaran. (Arif)

Baca juga: Filosofi Motif Batik Parang yang Melambangkan Kepemimpinan di Jawa