Malaikat yang Menyampaikan Wahyu dalam Islam dan Penjelasannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosok malaikat yang menyampaikan wahyu di dalam Islam perlu diketahui oleh para Muslim. Malaikat yang menyampaikan wahyu adalah siapa menjadi bagian dari pengetahuan dasar mengenai nama serta tugas malaikat dalam Islam.
Dalam ajaran Islam, malaikat memiliki tugas yang berbeda-beda termasuk dalam menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. Peran malaikat berkaitan erat dengan sampainya petunjuk Allah kepada para utusan-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia.
Terkait Tugas, Malaikat yang Menyampaikan Wahyu adalah Jibril
Siapakah sosok malaikay yang menyampaikah wahyu di dalam pengajaran Islam? Dikutip dari baznas.go.id, malaikat yang menyampaikan wahyu adalah Jibril, yaitu malaikat yang mendapat tugas untuk menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.
Dalam Al-Qur'an, Jibril juga disebut dengan beberapa sebutan yang menunjukkan kemuliaan dan kedudukannya, seperti Ruhul Amin dan Ruhul Qudus. Tugasnya bukan hanya berkaitan dengan Nabi Muhammad saw., tetapi juga penyampaian wahyu kepada nabi-nabi sebelum beliau.
Dalam perjalanan kenabian Nabi Muhammad saw., Jibril memiliki peran penting sejak turunnya wahyu pertama. Peristiwa tersebut berlangsung ketika Nabi Muhammad saw. berada di Gua Hira.
Jibril datang membawa perintah Allah yang menjadi awal turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw. melalui rangkaian wahyu yang berlangsung selama masa kerasulan.
Jibril menyampaikan wahyu dengan menjalankan perintah Allah secara sempurna. Dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 193–194, Al-Qur'an menyebutkan bahwa Ruhul Amin menurunkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad saw. Ayat tersebut menjelaskan kedudukan Jibril sebagai pembawa wahyu dari Allah kepada Rasulullah saw.
Tugas Jibril juga tidak terbatas pada penyampaian Al-Qur'an. Dalam kisah para nabi, Jibril disebut sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada beberapa utusan Allah sebelum Nabi Muhammad saw., sehingga tugasnya berkaitan dengan rangkaian risalah yang diberikan kepada manusia melalui para nabi.
Jibril juga hadir dalam sejumlah peristiwa penting pada masa Rasulullah saw. Dalam peristiwa Isra Mikraj, Jibril mendampingi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan tersebut.
Dalam hadis tentang kedatangan seorang laki-laki berpakaian putih yang kemudian diketahui sebagai Jibril, ia juga mengajarkan tentang Islam, iman, ihsan, serta tanda-tanda hari kiamat kepada Rasulullah saw. dan para sahabat yang berada di tempat tersebut.
Al-Qur'an turut menjelaskan sifat Jibril sebagai malaikat yang memiliki kekuatan serta kedudukan mulia. Dalam Surah At-Takwir ayat 19–21, Jibril disebut sebagai utusan yang mulia, memiliki kekuatan, dan ditaati di kalangan para malaikat.
Sebutan tersebut memperlihatkan bahwa tugas menyampaikan wahyu dilakukan oleh malaikat yang dipercaya untuk menjalankan perintah Allah.
Jibril juga disebut secara langsung dalam Surah Al-Baqarah ayat 97. Ayat tersebut menerangkan bahwa Jibril menurunkan Al-Qur'an ke dalam hati Nabi Muhammad saw. dengan izin Allah serta membawa petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang beriman.
Keterangan tersebut mempertegas hubungan Jibril dengan penyampaian wahyu kepada Rasulullah saw. Malaikat Jibril menjalankan tugasnya sebagai pembawa wahyu tanpa menyimpang dari perintah Allah.
Perannya menjadi bagian penting dalam sampainya risalah kepada para nabi, termasuk Al-Qur'an yang diterima Nabi Muhammad saw. sebagai wahyu terakhir.
Dengan demikian, malaikat yang menyampaikan wahyu adalah Jibril yang bertugas membawa wahyu Allah kepada para nabi dan rasul. Perannya dalam penyampaian risalah menunjukkan pentingnya Jibril dalam sejarah kenabian dan turunnya Al-Qur'an. (Shf)
Baca Juga: Apa Arti 143? Ternyata Ini Makna di Balik Angka 143