Mengapa Air Laut Asin? Ini Penjelasan Sains yang Mudah Dipahami
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa air laut asin sering kali menjadi pertanyaan sederhana yang jawabannya ternyata cukup menarik untuk diketahui.
Saat melihat laut yang begitu luas, mungkin sulit membayangkan dari mana rasa asin itu berasal dan bagaimana bisa bertahan di dalam air selama waktu yang sangat lama.
Mengapa Air Laut Asin dan Berasal dari Mana?
Mengapa air laut asin? Dikutip dari situs oceanservice.noaa.gov rasa asin pada air laut sebenarnya terbentuk melalui proses alam yang berlangsung sangat lama.
Garam yang ada di laut tidak muncul begitu saja, melainkan berasal dari berbagai sumber di bumi, terutama batuan di daratan.
Air hujan yang turun ke permukaan tanah kemudian ikut berperan membawa mineral dari daratan hingga akhirnya masuk ke laut.
Ketika air hujan menyentuh batuan, sifatnya yang sedikit asam membuat batuan perlahan terkikis. Proses ini melepaskan berbagai mineral dan ion dari dalam batuan.
Zat-zat tersebut kemudian terbawa oleh air menuju selokan, sungai, dan aliran air lainnya sebelum akhirnya bermuara ke laut. Sebagian mineral yang masuk ke laut dimanfaatkan oleh organisme laut, tetapi tidak semuanya diserap.
Mineral yang tersisa akan terus berada di dalam air sehingga jumlahnya dapat terakumulasi dalam waktu yang sangat panjang.
Selain dari daratan, laut juga mendapatkan mineral dari dasar samudra. Salah satunya melalui cairan hidrotermal yang keluar dari celah-celah di dasar laut. Air laut dapat masuk ke retakan batuan, kemudian dipanaskan oleh aktivitas magma di bawah permukaan bumi.
Dalam kondisi panas tersebut, terjadi reaksi kimia yang membuat air mengambil sejumlah logam dan mineral dari batuan di sekitarnya. Air panas itu kemudian keluar kembali melalui lubang hidrotermal sambil membawa berbagai zat terlarut ke laut.
Gunung berapi bawah laut juga ikut menyumbang mineral. Ketika terjadi aktivitas vulkanik, material dari dalam bumi dapat dilepaskan langsung ke lingkungan laut.
Ada pula endapan garam berukuran sangat besar yang terbentuk selama proses geologi dan berada di bawah permukaan bumi maupun dasar laut. Endapan tersebut menjadi salah satu sumber tambahan garam di lautan.
Di antara berbagai ion yang terdapat dalam air laut, natrium dan klorida merupakan yang paling dominan. Keduanya membentuk sebagian besar ion terlarut di laut dan ketika bergabung, menghasilkan natrium klorida atau garam yang kita kenal sehari-hari.
Mengapa air laut asin? merupakan hasil dari proses alam yang terjadi terus-menerus selama waktu yang sangat panjang.
Dari batuan yang terkikis air hujan hingga aktivitas di dasar laut, berbagai sumber tersebut bersama-sama membuat laut memiliki kandungan garam yang khas. (shr)
Baca juga: Mengapa Langit Berwarna Biru? Ini Alasan Ilmiahnya