Mengapa Cokelat Bisa Meleleh? Ternyata Suhu Sangat Berpengaruh
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa cokelat bisa meleleh? Sepotong cokelat yang awalnya keras bisa berubah menjadi lembut tanpa perlu dipotong, ditekan, atau diolah terlebih dahulu.
Perubahannya pun berlangsung perlahan sehingga terkadang baru disadari setelah cokelat mulai sulit dipegang. Kondisi ini sering terjadi ketika cokelat dibiarkan begitu saja setelah dikeluarkan dari tempat penyimpanan.
Mengapa Cokelat Bisa Meleleh Setelah Dikeluarkan dari Tempat Penyimpanan?
Mengapa cokelat bisa meleleh? Dikutip dari jurnal Kajian Lama Tempering Terhadap Karakteristik Sensori Dan Kadar Lemak Coklat Batang Dengan Metode Couverture oleh Maxi Yosafat, dkk (2023) jawabannya berkaitan dengan kandungan lemak kakao yang memiliki sifat sensitif terhadap perubahan suhu.
Lemak kakao tersusun dari beberapa jenis asam lemak, seperti asam stearat, palmitat, dan oleat. Dalam kondisi suhu yang lebih rendah, lemak tersebut tetap berada dalam keadaan padat sehingga cokelat dapat mempertahankan bentuknya.
Ketika suhu mulai meningkat, struktur lemak perlahan berubah dan membuat cokelat menjadi lunak hingga akhirnya mencair. Lemak kakao memiliki titik leleh sekitar 30–34 derajat Celsius.
Suhu tersebut cukup rendah jika dibandingkan dengan banyak bahan makanan lainnya.
Inilah salah satu alasan mengapa cokelat bisa cepat meleleh ketika diletakkan di tempat panas atau terlalu lama berada di dalam genggaman.
Bahkan, suhu tubuh manusia yang berada di sekitar rentang tersebut sudah cukup untuk membuat cokelat terasa lumer ketika dimakan.
Suhu bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa mudah cokelat mencair. Cara cokelat diproses juga punya pengaruh besar, terutama melalui tahap yang disebut tempering.
Proses ini dilakukan untuk mengatur dan menstabilkan susunan kristal lemak kakao sehingga cokelat memiliki tekstur yang lebih baik dan tidak mudah berubah bentuk.
Jika proses tempering dilakukan dengan kurang tepat atau waktunya terlalu singkat, kristal lemak kakao yang terbentuk bisa kurang stabil. Akibatnya, cokelat lebih mudah lunak ketika berada di lingkungan yang hangat.
Lemak kakao juga mungkin belum tersebar secara merata di dalam adonan, sehingga ketika terkena panas, cokelat dapat lebih cepat kehilangan bentuk padatnya.
Sebaliknya, tempering yang dilakukan dengan baik membantu menghasilkan cokelat dengan tekstur yang lebih kokoh, permukaan mengkilap, dan sensasi patahan yang khas ketika cokelat dipatahkan.
Walaupun tetap akan meleleh ketika terkena suhu tertentu, cokelat yang diproses dengan baik biasanya lebih stabil saat disimpan dan tidak mudah lembek pada kondisi normal.
Mengapa cokelat bisa meleleh bukanlah hal yang perlu dianggap aneh, karena perubahan tersebut memang menjadi bagian dari sifat cokelat yang kenal sehari-hari.
Itulah mengapa cokelat terasa begitu lembut saat dinikmati, tetapi bisa menjadi berantakan jika dibiarkan di tempat yang terlalu hangat.
Baca juga: Kenapa Mie Berbentuk Panjang? Simak Sejarah dan Filosofinya Berikut Ini