Konten dari Pengguna

Mengapa Es Bisa Mengapung di Air? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Es Bisa Mengapung di Air, Foto:Unsplash/Daniel Sinoca
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Es Bisa Mengapung di Air, Foto:Unsplash/Daniel Sinoca

Mengapa es bisa mengapung di air menjadi hal menarik yang sering luput dari perhatian dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika beberapa bongkahan es dimasukkan ke dalam segelas air, es tidak langsung tenggelam ke dasar, melainkan tetap berada di permukaan dengan sebagian bagiannya terlihat di atas air.

Fenomena sederhana ini sebenarnya menyimpan penjelasan yang berkaitan dengan sifat materi dan perubahan wujud zat.

Alasan yang Perlu Diketahui Mengapa Es Bisa Mengapung di Air?

Ilustrasi Mengapa Es Bisa Mengapung di Air, Foto:Unsplash/Jorge Vasconez

Mengapa es bisa mengapung di air merupakan fenomena sederhana yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika beberapa bongkahan es dimasukkan ke dalam segelas air. Alih-alih tenggelam ke dasar, es justru tetap berada di permukaan.

Hal yang sama juga terjadi pada bongkahan es berukuran sangat besar yang mengapung di laut dan danau.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan massa jenis, yaitu sifat suatu benda atau zat yang menentukan apakah benda akan tenggelam atau mengapung ketika berada di dalam zat lain.

Massa jenis menjadi faktor penting dalam menentukan posisi suatu benda di dalam cairan. Jika suatu benda memiliki massa jenis lebih rendah daripada cairan di sekitarnya, benda tersebut dapat mengapung.

Sebaliknya, benda dengan massa jenis lebih tinggi akan tenggelam. Ketika sebuah benda mengapung, benda tersebut memindahkan cairan dengan berat yang sama dengan berat benda itu sendiri.

Batu, misalnya, akan tenggelam ketika dimasukkan ke dalam air karena massa jenisnya lebih tinggi daripada air.

Dikutip dari childrensmuseum.org, es memiliki sifat yang berbeda meskipun merupakan bentuk padat dari air. Es justru memiliki massa jenis sekitar 9 persen lebih rendah daripada air.

Karena air lebih berat daripada es, air dapat memindahkan es sehingga es terdorong ke permukaan dan tetap mengapung.

Perbedaan massa jenis tersebut terjadi karena perubahan susunan molekul air ketika mengalami pendinginan. Pada sebagian besar zat, pendinginan membuat molekul semakin berdekatan sehingga bentuk padatnya menjadi lebih padat daripada bentuk cair.

Namun, air memiliki sifat yang berbeda. Air tersusun atas atom hidrogen yang bermuatan positif dan atom oksigen yang bermuatan negatif.

Ketika suhu air menurun, ikatan hidrogen menyesuaikan susunannya sehingga atom oksigen tetap berjarak satu sama lain. Kondisi ini mencegah es menjadi lebih padat, sehingga massa jenisnya justru lebih rendah daripada air.

Sifat es yang mengapung juga berperan penting bagi kehidupan di alam. Danau dan sungai dapat membeku dari bagian atas, sementara bagian air di bawah permukaan tetap memungkinkan ikan bertahan hidup meskipun permukaannya telah membeku.

Fenomena es yang mengapung tidak hanya dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan kondisi perairan di alam. (RAHMA)

Baca juga: Mengapa Air Laut Terasa Asin sedangkan Air Hujan Tidak? Ini Faktanya