Konten dari Pengguna

Mengapa Fosil Bisa Bertahan Jutaan Tahun? Simak Faktor yang Memengaruhinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun. unsplash/Tofan Teodor
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun. unsplash/Tofan Teodor

Mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun menjadi pertanyaan yang berkaitan dengan keberadaan berbagai peninggalan kehidupan dari masa lampau.

Fosil kerap dianggap sekadar benda kuno karena ditemukan setelah melewati waktu yang sangat panjang. Padahal, fosil memiliki pengertian yang lebih spesifik dan berkaitan dengan sisa atau jejak makhluk hidup yang tersimpan dari masa lalu.

Mengapa Fosil Bisa Bertahan Jutaan Tahun di Masa Lampau?

ilustrasi mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun. unsplash/Diego Marín

Mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun berkaitan dengan kondisi yang memungkinkan sisa makhluk hidup terlindungi dari proses penghancuran. Ketika hewan atau tumbuhan mati, tubuhnya biasanya akan mengalami pembusukan.

Sebagian tubuh juga dapat dimakan oleh hewan pemakan bangkai. Namun, pada keadaan tertentu, sisa makhluk hidup dapat segera tertutup oleh sedimen seperti lumpur, pasir, atau material lainnya.

Penguburan yang berlangsung dengan cepat membuat sisa tubuh tidak langsung terpapar lingkungan. Lapisan sedimen kemudian terus menutupi sisa makhluk hidup sehingga bagian tertentu dapat bertahan dan mengalami proses fosilisasi dalam waktu yang sangat panjang.

Berdasarkan informasi bbc.co.uk, fosilisasi merupakan proses yang tidak selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Setelah hewan mati, bagian tubuh yang lunak biasanya lebih mudah mengalami pembusukan atau dimakan oleh hewan lain.

Sebaliknya, bagian tubuh yang keras memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Tulang, gigi, dan cangkang merupakan contoh bagian tubuh yang dapat bertahan lebih lama.

Apabila bagian tersebut tertimbun oleh sedimen dalam kondisi yang sesuai, sisa tubuh dapat tersimpan di dalam lapisan bumi dan kemudian menjadi fosil.

Fosil banyak ditemukan pada batuan sedimen. Hal tersebut berkaitan dengan proses penumpukan material yang dapat mengubur sisa makhluk hidup. Lingkungan perairan juga menjadi salah satu tempat yang memungkinkan proses tersebut berlangsung.

Sedimen di dalam air dapat bergerak dan menutupi bangkai dengan cepat sehingga sisa tubuh lebih terlindungi. Pembentukan fosil merupakan peristiwa yang relatif jarang.

Setelah kematian, sebagian besar makhluk hidup akan mengalami proses alami yang menyebabkan tubuhnya tidak lagi tersisa. Jaringan lunak sangat mudah mengalami pembusukan sehingga lebih sulit ditemukan dalam bentuk fosil.

Semakin cepat sisa tubuh tertutup sedimen, semakin besar peluang bagian yang keras untuk tetap tersimpan. Proses tersebut kemudian berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang hingga menghasilkan fosil yang dapat ditemukan pada masa sekarang.

Mengapa fosil bisa bertahan jutaan tahun bukan karena seluruh tubuh makhluk hidup dapat bertahan begitu saja, melainkan karena adanya kondisi tertentu yang mendukung fosilisasi.

Sisa tubuh yang terlindungi oleh sedimen, terutama bagian yang keras seperti tulang dan gigi, memiliki peluang lebih besar untuk tersimpan dalam lapisan bumi dan menjadi bukti kehidupan pada masa lampau. (Rahma)

Baca juga: Apakah Ada Hujan di Planet Lain? Ini Fakta Menariknya