Konten dari Pengguna

Mengapa Galaksi Memiliki Bentuk Berbeda? Ini Pengetahuan Alamnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Galaksi Memiliki Bentuk Berbeda. Unsplash.com/Guillermo Ferla
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa Galaksi Memiliki Bentuk Berbeda. Unsplash.com/Guillermo Ferla

Galaksi yang ada di alam semesta ini diperkirakan oleh para ilmuwan bahwa jumlahnya mencapai lebih dari satu triliun. Diantara berbagai galaksi tersebut memiliki pola yang serupa namun tak ada yang sama persis. Dari sini timbul pertanyaan: mengapa galaksi memiliki bentuk berbeda?

Keanekaragaman galaksi yang dilihat manusia memberikan gambaran tentang alam semesta yang sangat beragam. Penyebab perbedaan galaksi dipengaruhi proses fisik yang terlibat dalam pembentukannya.

Selain itu, evolusi galaksi juga menjadi teka-teki yang sangat kompleks dan berlangsung dalam skala yang luar biasa besar.

Mengapa Galaksi Memiliki Bentuk Berbeda Tiap Jenisnya?

Mengapa Galaksi Memiliki Bentuk Berbeda. Unsplash.com/Bryan Goff

Untuk menjawab pertanyaan mengapa galaksi memiliki bentuk berbeda, para ilmuwan di Institute for Theory and Computation (ITC) berusaha memecahkan teka-teki tersebut dengan menggabungkan hasil simulasi dan pengamatan nyata.

Mengutip penjelasan Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Andromeda adalah dua galaksi spiral raksasa yang sedang bergerak menuju satu sama lain dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per detik. Dalam sekitar 4 miliar tahun, keduanya diperkirakan akan bertemu.

Mengutip dari www.cfa.harvard.edu, galaksi terdiri dari bintang, gas, debu, dan materi gelap, dan sebagian besar bagian galaksi sebenarnya adalah ruang kosong. Kedua galaksi raksasa tersebut nantinya akan saling menembus.

Namun gaya gravitasinya masing-masing akan menarik dan mengubah struktur galaksi lainnya. Pada akhirnya, keduanya bergabung menjadi satu galaksi elips yang amat besar.

Para astrofisikawan memperkirakan Matahari akan terdorong ke bagian luar galaksi baru yang sering disebut Milkomeda tersebut. Terdapat kemungkinan bahwa Matahari bahkan akan terlempar ke ruang antargalaksi yang sangat luas.

Peristiwa penggabungan tersebut dapat diamati hingga saat ini. Misalnya galaksi Antennae, merupakan dua galaksi spiral yang telah bertabrakan.

Tabrakan tersebut menyebabkan peningkatan pembentukan bintang. Diperkirakan juga bahwa kedua galaksi tersebut akhirnya akan bergabung menjadi satu galaksi elips yang berukuran besar.

Galaksi dapat dilihat dengan teknologi saat ini seperti Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA. Di situ akan tampak sebagian kecil dari seluruh galaksi yang ada di alam semesta.

Sebagian besar galaksi di alam semesta terlalu redup dan jauh untuk diamati dengan teleskop yang tersedia. Selain itu, jumlah galaksi pada masa awal alam semesta diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah galaksi sekarang.

Hasil pengamatan para ilmuwan dan simulasi menggunakan superkomputer, dapat dipahami mengapa galaksi memiliki bentuk berbeda. Penyebabnya yaitu proses terbentuknya galaksi dan interaksinya. Sehingga galaksi pun mengalami perubahan dari waktu ke waktu. (Win)

Baca juga: Mengapa Matahari Terasa Panas? Ini Alasan di Balik Teriknya Sinar Matahari