Konten dari Pengguna

Mengapa Jaring Laba-Laba Sangat Kuat? Simak Penjelasannya di Sini

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Jaring Laba-Laba Sangat Kuat. Foto: Unsplash/Rafael Garcin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Jaring Laba-Laba Sangat Kuat. Foto: Unsplash/Rafael Garcin

Mengapa jaring laba-laba sangat kuat menjadi perhatian banyak orang karena jaring laba-laba tampak tipis dan rapuh jika dilihat sekilas. Namun, helaian benang yang sangat halus itu mampu menahan berbagai tekanan tanpa mudah putus.

Hal ini bisa diketahui dari sifat khusus bahan penyusunnya serta cara benang tersebut tersusun menjadi jaringan yang mampu menyerap dan menyebarkan gaya.

Mengapa Jaring Laba-Laba Sangat Kuat Tak Mudah Putus?

Ilustrasi Mengapa Jaring Laba-Laba Sangat Kuat. Foto: Unsplash/Photoholgic

Mengapa jaring laba-laba sangat kuat? Mengutip dari situs rri.co.id, benang laba-laba tersusun dari protein yang disebut spidroin. Protein ini membentuk serat dengan perpaduan bagian yang kuat dan bagian yang lebih lentur.

Struktur ini membuat benang tidak hanya mampu menahan tarikan tetapi juga dapat meregang ketika menerima tekanan. Sifat tersebut menjadi salah satu alasan benang laba-laba memiliki kekuatan yang tinggi dibandingkan ukurannya.

Kekuatan jaring juga tidak hanya ditentukan oleh benang secara individual. Pola jaring yang dibuat laba-laba turut berperan besar.

Benang-benang yang saling terhubung membuat gaya dari satu bagian dapat disebarkan ke bagian lain. Ketika salah satu titik jaring terkena benturan atau tarikan hewan kecil jaring tidak langsung kehilangan seluruh strukturnya.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan MIT menunjukkan bahwa jaring laba-laba mempunyai kemampuan untuk menggabungkan kekuatan dan kelenturan.

Ketika mendapatkan tekanan pada bagian tertentu benang dapat mengalami perubahan sifat sehingga struktur jaring mampu menyesuaikan diri terhadap gaya yang diterima. Kemampuan ini membuat jaring tetap berfungsi meski mengalami gangguan.

Setiap jenis benang yang dihasilkan laba-laba memiliki fungsi berbeda. Ada benang yang digunakan sebagai kerangka utama jaring sementara jenis lainnya lebih elastis dan berperan menangkap mangsa. Kombinasi berbagai karakter benang ini membuat jaring memiliki struktur yang efisien.

Ukuran benang yang sangat kecil juga tidak berarti kekuatannya rendah. Justru pada skala tertentu material penyusun benang laba-laba dapat menunjukkan sifat mekanisnya yang mengagumkan.

Para peneliti tertarik mempelajari hewan laba-laba untuk memahami penerapannya di berbagai material buatan.

Demikianlah penjelasan mengapa jaring laba-laba sangat kuat meskipun tersusun dari benang yang begitu tipis. Bentuknya yang sederhana menyimpan mekanisme alami yang sangat efisien. (Dista)

Baca Juga: 5 Cara Mengusir Tokek dari Rumah yang Ampuh dan Efektif