Konten dari Pengguna

Mengapa Kapal Selam Tidak Hancur oleh Tekanan Laut? Ini Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? . Foto: Unsplash/Michal Mrozek
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? . Foto: Unsplash/Michal Mrozek

Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? Kapal selam dapat bergerak hingga ratusan meter di bawah permukaan laut tanpa mengalami kerusakan meskipun tekanan air terus meningkat seiring bertambahnya kedalaman.

Kondisi tersebut berbeda dengan keadaan di permukaan, ketika tekanan yang diterima benda jauh lebih kecil. Di laut dalam, badan kapal harus menghadapi tekanan yang sangat besar dari air di sekelilingnya.

Karena itu, kapal selam dirancang dengan struktur khusus agar tetap mampu bertahan dan melindungi bagian dalam selama beroperasi di bawah laut.

Mengapa Kapal Selam Tidak Hancur oleh Tekanan Laut Meski Bertambah Kedalamannya?

Ilustrasi Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? . Foto: Unsplash/Egor Komarov

Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? Dikutip dari laman www.scienceabc.com, kemampuan kapal selam bertahan di bawah tekanan air berkaitan erat dengan struktur yang disebut pressure hull.

Bagian ini merupakan ruang kedap yang dirancang untuk menahan perbedaan tekanan antara bagian dalam dan luar kapal. Ketika kapal semakin dalam, tekanan air dari luar semakin besar, sedangkan tekanan di dalam tetap dijaga pada tingkat yang memungkinkan manusia dan peralatan tetap berfungsi.

Salah satu faktor penting adalah bentuk badan kapal. Struktur yang melengkung, terutama berbentuk silinder dengan ujung yang membulat, membantu mendistribusikan tekanan air secara lebih merata ke seluruh permukaan.

Dengan begitu, tekanan tidak hanya terkonsentrasi pada satu bagian tertentu yang berpotensi menjadi titik lemah.

Selain bentuk, material dan ketebalan struktur juga menentukan kemampuan kapal selam menahan tekanan. Bagian yang menahan tekanan dibuat dari material berkekuatan tinggi dan diperhitungkan berdasarkan kedalaman operasi.

Kapal juga memiliki batas kedalaman tertentu yang dikenal sebagai crush depth. Jika kapal melewati batas kemampuan strukturnya, tekanan dari luar dapat menyebabkan badan kapal mengalami kerusakan dan akhirnya runtuh ke arah dalam.

Kondisi tersebut disebut implosi. Berbeda dengan ledakan yang terjadi ketika tekanan dari dalam mendorong struktur ke luar, implosi terjadi ketika tekanan dari luar jauh lebih besar daripada kemampuan struktur untuk menahannya. Ketika pressure hull gagal, air laut dapat masuk dengan sangat cepat akibat perbedaan tekanan yang ekstrem.

Karena itu, kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut karena seluruh bagian pentingnya dirancang untuk menghadapi tekanan tersebut.

Selama kapal beroperasi dalam batas kedalaman dan struktur tetap dalam kondisi baik, pressure hull mampu melindungi ruang di dalamnya dari tekanan air yang sangat besar.

Mengapa kapal selam tidak hancur oleh tekanan laut? Kemampuan kapal selam menyelam jauh ke dalam laut bergantung pada kekuatan struktur, bentuk badan kapal, material, serta batas kedalaman operasinya. Faktor-faktor tersebut membuat kapal tetap dapat bekerja di lingkungan laut yang memiliki tekanan sangat tinggi.(Yolan)

Baca juga: Apa Fenomena Alam Paling Langka di Dunia? Ini Penjelasannya