Mengapa Luar Angkasa Terlihat Hitam? Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa luar angkasa terlihat hitam menjadi hal yang menarik untuk dipahami ketika melihat foto-foto astronaut, planet, maupun galaksi dari luar Bumi. Padahal, ruang angkasa dipenuhi bintang dan berbagai objek bercahaya.
Langit malam dari permukaan Bumi juga memperlihatkan banyak titik cahaya, melainkan ketika pandangan diarahkan ke ruang antarbintang, latar belakangnya justru tampak gelap pekat.
Alasan yang Perlu Dipahami Mengapa Luar Angkasa Terlihat Hitam
Mengapa luar angkasa terlihat hitam? Dikutip dari situs www.livescience.com, berikut adalah penyebabnya.
Salah satu alasan utamanya berkaitan dengan cara cahaya bergerak dan bagaimana mata manusia menangkapnya. Cahaya dari bintang memang menyebar ke berbagai arah, tetapi tidak semua cahaya tersebut sampai ke mata.
Ruang angkasa juga tidak memiliki atmosfer seperti Bumi yang dapat menyebarkan cahaya sehingga seluruh langit tampak terang.
Di Bumi, warna biru pada langit siang hari muncul karena atmosfer menyebarkan cahaya Matahari. Ketika cahaya Matahari memasuki atmosfer, molekul-molekul udara menyebar sebagian cahaya ke berbagai arah. Proses tersebut membuat langit tampak terang meskipun tidak sedang melihat langsung ke arah Matahari.
Di ruang angkasa yang hampir seluruhnya berupa ruang hampa, tidak terdapat atmosfer dengan kepadatan yang cukup untuk menyebarkan cahaya secara luas.
Akibatnya, cahaya hanya terlihat ketika langsung masuk ke arah mata atau mengenai suatu benda kemudian dipantulkan. Area yang tidak menerima cahaya secara langsung akan terlihat gelap.
Ada juga penjelasan yang berkaitan dengan paradoks Olbers. Paradoks ini pada dasarnya mempertanyakan mengapa langit malam tidak terlihat terang jika alam semesta dipenuhi bintang dalam jumlah yang sangat besar.
Apabila alam semesta bersifat statis dan tidak terbatas, secara teori setiap arah pandangan seharusnya berujung pada cahaya dari sebuah bintang.
Namun, alam semesta ternyata terus mengembang. Perluasan ruang-waktu membuat cahaya dari galaksi yang sangat jauh mengalami pergeseran merah atau redshift.
Ketika sumber cahaya bergerak menjauh akibat ekspansi alam semesta, panjang gelombang cahayanya dapat meregang.
Cahaya yang semula berada dalam rentang yang dapat dilihat mata manusia dapat bergeser menuju panjang gelombang yang lebih panjang, seperti inframerah, gelombang mikro, dan gelombang radio.
Mata manusia tidak dapat mendeteksi jenis gelombang tersebut sebagai cahaya tampak. Akibatnya, cahaya dari sejumlah objek yang sangat jauh tidak terlihat oleh mata dan bagian tersebut tampak gelap.
Selain itu, cahaya dari objek yang sangat jauh juga membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk mencapai Bumi. Ada wilayah alam semesta yang cahayanya belum sampai kepada pengamat di Bumi. Kondisi ini membuat tidak semua sumber cahaya yang ada di alam semesta dapat terlihat.
Demikianlah penjelasan mengenai mengapa luar angkasa terlihat hitam. Ruang angkasa terlihat hitam karena tidak terdapat atmosfer yang menyebarkan cahaya seperti di Bumi, sementara sebagian cahaya dari objek yang sangat jauh mengalami pergeseran ke panjang gelombang yang tidak dapat ditangkap oleh mata manusia. (Dista)
Baca Juga: Legenda Asal Usul Gunung Bromo yang Penuh Nilai Pengorbanan