Konten dari Pengguna

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen? Ini Alasan Pentingnya bagi Tubuh

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa manusia membutuhkan oksigen/Unsplash/Oleg Ivanov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa manusia membutuhkan oksigen/Unsplash/Oleg Ivanov

Mengapa manusia membutuhkan oksigen bukan sekadar tentang proses bernapas, tetapi juga tentang bagaimana tubuh mempertahankan kehidupan dan menjalankan setiap fungsinya secara optimal.

Setiap tarikan napas membawa oksigen ke dalam tubuh untuk menunjang berbagai proses yang membuat organ dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen dalam Menjaga Fungsi Tubuh

Ilustrasi oksigen/Unsplash/Sincerely Media

Mengapa manusia membutuhkan oksigen dapat dijelaskan melalui perannya dalam proses metabolisme tubuh, terutama untuk membantu menghasilkan energi yang dibutuhkan sel agar berbagai fungsi tubuh dapat berlangsung dengan baik.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Oksigen menjadi unsur penting agar berbagai fungsi organ dapat berlangsung secara normal.

Udara bebas di sekitar lingkungan mengandung sekitar 20,93 persen oksigen, sehingga setiap tarikan napas menjadi bagian dari kebutuhan tubuh yang berlangsung terus-menerus.

Dalam kondisi normal, manusia dewasa rata-rata menghirup sekitar 7–8 liter udara setiap menit. Jika dihitung selama satu hari, jumlahnya dapat mencapai kurang lebih 11.000 liter udara.

Aktivitas yang lebih banyak dan berat dapat membuat kebutuhan udara meningkat hingga sekitar 12.000 liter per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen merupakan oksigen, sehingga kurang lebih 2.200 liter oksigen masuk melalui pernapasan dalam sehari.

Kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa oksigen bukan sekadar bagian dari udara yang masuk dan keluar melalui pernapasan. Keberadaannya berkaitan langsung dengan keberlangsungan metabolisme dan fungsi organ.

Ketika pasokan oksigen berkurang, tubuh dapat mengalami hipoksia. Kekurangan oksigen yang berlangsung dalam waktu tertentu juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak dan berujung pada kematian.

Besarnya kebutuhan oksigen juga pernah terlihat jelas ketika pandemi COVID-19 mencapai puncaknya pada Juli 2021.

Kementerian Kesehatan mencatat kebutuhan oksigen meningkat hingga lima kali lipat, sementara rumah sakit menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pasien.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya ketersediaan oksigen bagi pelayanan kesehatan dan kehidupan manusia.

Mengapa manusia membutuhkan oksigen pada akhirnya kembali pada satu hal mendasar. Oksigen diperlukan agar tubuh dapat mempertahankan kehidupan dan menjalankan fungsi organ dengan baik.

Setiap tarikan napas menjadi bagian dari proses yang begitu dekat dengan kehidupan, tetapi nilainya baru benar-benar terasa ketika ketersediaannya terganggu.

Baca juga: Kenapa Matahari Bisa Berapi jika di Luar Angkasa Gak Ada Oksigen?