Mengapa Manusia Tidak Bernapas di Luar Angkasa? Ini Jawabannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa manusia tidak bernapas di luar angkasa? saat berada di Bumi, bernapas terasa seperti hal yang sederhana karena udara selalu tersedia di sekitar.
Paru-paru mengambil oksigen dari udara, lalu tubuh menggunakannya untuk menghasilkan energi. Namun, keadaan berubah ketika seseorang berada di luar atmosfer Bumi.
Di luar angkasa hampir tidak ada udara yang bisa dihirup, sehingga manusia tidak bisa bernapas seperti biasa. Kondisi inilah yang membuat astronot harus menggunakan perlengkapan khusus ketika berada di luar pesawat atau stasiun luar angkasa.
Mengapa Manusia Tidak Bernapas di Luar Angkasa Seperti Biasa?
Mengapa manusia tidak bernapas di luar angkasa? dikutip dari laman askdruniverse.wsu.edu, luar angkasa merupakan ruang hampa yang hanya memiliki sedikit materi di antara benda-benda seperti planet dan bintang. Berbeda dengan Bumi yang memiliki atmosfer, luar angkasa tidak menyediakan oksigen yang cukup untuk bernapas.
Manusia membutuhkan oksigen untuk membantu tubuh menghasilkan energi. Di Bumi, oksigen tersedia di atmosfer dan jumlahnya sekitar 21 persen. Oksigen tersebut masuk ke paru-paru ketika bernapas dan kemudian digunakan oleh tubuh.
Di luar angkasa, kondisi tersebut tidak ada. Hampir tidak terdapat udara yang dapat masuk ke paru-paru. Jadi, meskipun seseorang berada di tempat yang terlihat kosong dan luas, bukan berarti ada udara yang bisa digunakan untuk bernapas.
Selain tidak memiliki cukup oksigen, luar angkasa juga memiliki tekanan yang sangat rendah. Karena itu, astronot membutuhkan baju luar angkasa yang menyediakan oksigen sekaligus membantu menjaga tekanan agar tubuh tetap berada dalam kondisi yang aman.
Pasokan oksigen juga menjadi bagian penting dalam kehidupan astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Salah satu cara mendapatkan oksigen adalah dengan memisahkan molekul air menggunakan listrik sehingga menghasilkan oksigen dan hidrogen.
Jadi, manusia tidak bisa bernapas di luar angkasa karena tidak tersedia udara dan oksigen yang cukup untuk mendukung pernapasan.
Baju luar angkasa dan sistem pendukung kehidupan diperlukan agar astronot tetap memperoleh oksigen dan dapat bertahan hidup di lingkungan yang tidak memiliki atmosfer seperti Bumi.(Fifah)
Baca juga: Mengapa Bumi Berputar dan Manusia Tidak Merasakan Rotasinya? Ini Fakta Ilmiahnya