Konten dari Pengguna

Mengapa Nyamuk Tertarik Cahaya? Ini Alasan Biologinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa nyamuk tertarik cahaya? . Foto: Unsplash/Syed Ali
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa nyamuk tertarik cahaya? . Foto: Unsplash/Syed Ali

Mengapa nyamuk tertarik cahaya? Pertanyaan ini cukup sering muncul karena nyamuk kerap terlihat beterbangan di sekitar rumah pada malam hari, terutama ketika lampu dinyalakan.

Kondisi tersebut membuat nyamuk dianggap memiliki ketertarikan terhadap cahaya, seperti halnya beberapa jenis serangga lain. Namun, perilaku nyamuk ternyata tidak sesederhana itu.

Cahaya bukan menjadi faktor utama yang membuat nyamuk mendekati suatu tempat. Ada sejumlah tanda biologis yang justru lebih berperan ketika nyamuk mencari manusia atau hewan sebagai sumber makanan.

Mengapa Nyamuk Tertarik Cahaya dari Lampu yang Dinyalakan?

Ilustrasi Mengapa nyamuk tertarik cahaya? . Foto: Unsplash/Erik Karits

Mengapa nyamuk tertarik cahaya? Dikutip dari laman mosquitojoe.com, nyamuk sebenarnya tidak tertarik pada cahaya seperti beberapa serangga lainnya. Nyamuk cenderung menghindari cahaya atau menunjukkan perilaku negative phototaxis.

Cahaya memang dapat digunakan untuk membantu navigasi, tetapi bukan menjadi daya tarik utama bagi nyamuk. Serangga ini justru lebih mengandalkan karbon dioksida, aroma tubuh, dan panas tubuh untuk menemukan manusia atau hewan di sekitarnya.

Salah satu petunjuk terpenting bagi nyamuk adalah karbon dioksida (CO₂). Gas ini dilepaskan manusia dan hewan ketika bernapas.

Nyamuk memiliki kemampuan mendeteksi karbon dioksida dari jarak tertentu sehingga dapat menggunakannya sebagai petunjuk bahwa terdapat calon sumber makanan di dekatnya.

Kadar karbon dioksida yang lebih tinggi, misalnya ketika seseorang sedang melakukan aktivitas fisik, juga dapat membuat keberadaannya lebih mudah terdeteksi oleh nyamuk.

Selain karbon dioksida, bau tubuh turut membantu nyamuk menentukan keberadaan calon mangsa. Nyamuk dapat mendeteksi sejumlah zat yang berkaitan dengan keringat, bakteri pada kulit, serta minyak alami yang diproduksi tubuh.

Mengapa nyamuk tertarik cahaya? Beberapa senyawa seperti asam laktat dan amonia termasuk zat yang dapat menjadi petunjuk bagi nyamuk ketika mencari sumber darah. Inilah sebabnya keberadaan seseorang di suatu tempat dapat lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan sekadar keberadaan lampu.

Faktor lainnya adalah panas tubuh. Setelah menemukan petunjuk berupa karbon dioksida, nyamuk dapat memanfaatkan perbedaan suhu untuk membantu menentukan lokasi manusia atau hewan.

Panas yang berasal dari tubuh menjadi salah satu tanda yang membantu nyamuk mendekati sumber darah. Orang yang baru selesai berolahraga atau memiliki suhu tubuh lebih hangat dapat lebih mudah menarik perhatian nyamuk.

Meski demikian, bukan berarti semua jenis cahaya sama sekali tidak berpengaruh terhadap nyamuk. Sumber tersebut menjelaskan bahwa jenis cahaya tertentu, termasuk sinar ultraviolet, dapat menarik beberapa nyamuk.

Berbeda dengan anggapan bahwa semua nyamuk secara umum tertarik pada cahaya. Nyamuk juga lebih aktif pada waktu senja hingga fajar, sehingga kemunculannya di sekitar rumah pada malam hari dapat membuat keberadaan lampu terlihat seolah-olah menjadi penyebab utama.(Yolan)

Baca juga: Bagaimana Kunang-Kunang Menghasilkan Cahaya? Ini Penjelasannya