Mengapa Plastik Sulit Terurai? Temukan Jawabannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak kondisi yang memunculkan pertanyaan mengenai mengapa plastik sulit terurai.
Ada karakteristik tertentu pada material plastik yang membuat proses penguraiannya berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan banyak bahan alami.
Sementara itu, plastik yang berada di lingkungan dapat mengalami perubahan akibat paparan panas, cahaya matahari, air, maupun gesekan.
Mengapa Plastik Sulit Terurai Ketika Menjadi Sampah?
Mengapa plastik sulit terurai menjadi hal yang berkaitan erat dengan sifat bahan penyusunnya.
Plastik merupakan jenis material yang banyak digunakan untuk membuat berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti kemasan makanan dan minuman, botol, kantong, serta wadah lainnya.
Setelah tidak digunakan, benda-benda tersebut dapat berubah menjadi sampah yang sulit terurai di alam.
Keberadaannya pun dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dan ekosistem apabila tidak dikelola dengan baik karena sampah plastik dapat mencemari tanah, air, dan udara.
Selain itu, limbah tersebut juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan hewan.
Dikutip dari laman rri.co.id, kesulitan plastik untuk terurai secara alami berkaitan dengan bahan dasarnya yang berupa polimer atau senyawa organik kompleks. Struktur tersebut tidak mudah diuraikan oleh bakteri dan mikroorganisme yang terdapat di alam.
Oleh karena itu, proses penguraian sampah plastik berlangsung sangat lambat. Bahkan, beberapa jenis plastik membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai secara alami.
Tidak semua sampah plastik juga dapat didaur ulang. Beberapa jenis plastik sulit dipisahkan dari bahan lain, sedangkan sebagian lainnya tidak memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk diproses kembali.
Akibatnya, banyak sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir atau justru mencemari lingkungan.
Kenapa plastik sulit terurai? Jumlah sampah plastik dapat dikurangi melalui beberapa langkah, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai berupa kantong plastik, sedotan, dan wadah makanan.
Plastik yang masih dapat didaur ulang juga dapat dikumpulkan dan diproses menjadi produk baru. Selain itu, penggunaan kemasan berbahan kertas atau kemasan yang dapat didaur ulang dapat menjadi pilihan.
Sampah plastik pun perlu dibuang pada tempatnya agar tidak mencemari lingkungan. Pengelolaan sampah yang baik serta dukungan terhadap kebijakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga dapat dilakukan.
Sampah plastik yang masih dapat dimanfaatkan dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan. Botol plastik, gelas plastik, dan wadah makanan plastik, misalnya, dapat didaur ulang menjadi produk baru seperti karpet, kursi, atau bahan baku pembuatan jalan.
Selain itu, sampah plastik dapat dipadatkan dan digunakan sebagai bahan bangunan, seperti bata atau panel dinding.
Cara ini dapat memanfaatkan plastik yang sulit didaur ulang serta menjadi alternatif bahan bangunan yang lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bangunan konvensional.
Sampah plastik juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tangan, seperti tas, dompet, dan tempat penyimpanan.
Di samping itu, plastik bekas dapat diolah menjadi bahan baku bagi industri lain, misalnya untuk membuat serat tekstil atau bahan pelapis produk otomotif. (KIKI)
Baca juga: Apa Fungsi Lapisan Bubble Wrap? Ternyata Bukan Sekadar Pelindung Barang