Mengapa Pohon Beringin Dijadikan Simbol Sila Ketiga Pancasila? Ini Maknanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa pohon beringin dijadikan simbol sila ketiga Pancasila menjadi hal yang menarik untuk dipahami dalam mempelajari makna lambang negara Indonesia.
Pancasila memiliki lima sila dengan simbol yang berbeda-beda, masing-masing mencerminkan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu simbol tersebut adalah pohon beringin pada perisai Garuda Pancasila, yang berkaitan erat dengan kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, budaya, dan tradisi.
Mengapa Pohon Beringin Dijadikan Simbol Sila Ketiga Pancasila, Lambang Negara?
Mengapa pohon beringin dijadikan simbol sila ketiga Pancasila? Berdasarkan artikel rri.co.id, pohon beringin dipilih karena menggambarkan Indonesia sebagai tempat bernaung bagi seluruh rakyatnya. Pohon besar ini memiliki tajuk yang rindang sehingga dapat memberikan keteduhan bagi banyak orang.
Makna tersebut mencerminkan Indonesia sebagai tempat bagi seluruh masyarakat untuk hidup bersama, tanpa membedakan suku, budaya, maupun latar belakang.
Sila ketiga Pancasila berbunyi “Persatuan Indonesia”. Nilai ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman.
Setiap warga negara merupakan bagian dari Indonesia yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam menjaga persatuan.
Pohon beringin memiliki beberapa karakteristik yang berkaitan dengan nilai persatuan. Bentuknya yang besar dan rindang melambangkan tempat berlindung bagi masyarakat.
Sementara itu, sulur dan akarnya yang menjalar ke berbagai arah menggambarkan keberagaman suku bangsa yang menyatu dalam satu negara, yaitu Indonesia.
Makna tersebut menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Masyarakat Indonesia memiliki bahasa daerah, adat istiadat, dan kebudayaan yang beragam.
Nilai persatuan yang dilambangkan oleh pohon beringin dapat diterapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya adalah menghormati teman yang berbeda suku atau agama, bekerja sama saat melaksanakan kegiatan di lingkungan tempat tinggal, serta mengikuti kegiatan gotong royong tanpa membeda-bedakan orang lain.
Menjaga kerukunan di sekolah dan lingkungan masyarakat juga menjadi bentuk pengamalan sila ketiga. Ketika terjadi perbedaan pendapat, setiap orang perlu menghargai pandangan orang lain dan mencari penyelesaian melalui musyawarah.
Mengapa pohon beringin dijadikan simbol sila ketiga Pancasila dapat membantu masyarakat mengenali arti penting persatuan dalam kehidupan berbangsa.
Pohon beringin melambangkan Indonesia sebagai tempat bernaung bagi seluruh rakyat, sedangkan sulur dan akarnya menggambarkan keberagaman suku bangsa yang bersatu.
Makna ini mengingatkan setiap warga negara untuk menghargai perbedaan, menjaga kerukunan, dan memperkuat persatuan Indonesia. (Rahma)
Baca juga: Komitmen Para Pendiri Bangsa dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara