Mengapa Rumah Adat Indonesia Berbentuk Panggung? Simak Fakta Menariknya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan mengapa rumah adat Indonesia berbentuk panggung muncul ketika membahas kekayaan budaya Nusantara.
Sekilas, bentuknya memang tampak sederhana, tetapi di balik tampilannya terdapat berbagai pertimbangan yang membuat desain tersebut tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
Menariknya, setiap daerah memiliki ciri khas rumah adat yang berbeda, meskipun sama-sama mengusung konsep panggung.
Mengapa Rumah Adat Indonesia Berbentuk Panggung?
Mengapa rumah adat Indonesia berbentuk panggung? Dalam mengenal berbagai rumah tradisional di Nusantara, ada Rumah Panggung Kajang Leko.
Rumah ini dipilih sebagai salah satu rumah adat yang menggunakan bentuk panggung dan memiliki karakter bangunan yang khas. Penetapannya sebagai rumah adat dilakukan melalui sebuah proses pencarian identitas daerah.
Pada era 1970-an, diselenggarakan sayembara bertajuk "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" untuk menentukan rumah adat yang akan dijadikan identitas daerah.
Melalui proses tersebut, rumah panggung akhirnya ditetapkan sebagai rumah adat.
Keputusan tersebut semakin memperkenalkan Rumah Panggung Kajang Leko sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki bentuk arsitektur tradisional yang tetap dipertahankan.
Rumah Panggung Kajang Leko berasal dari arsitektur Marga Bathin yang menjadi dasar pembentukan bangunannya.
Rumah ini memiliki bentuk persegi panjang dengan ukuran kurang lebih 12 × 9 meter. Bentuk tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari rumah tradisional lainnya.
Rancangan bangunannya tetap mempertahankan karakter arsitektur yang diwariskan sehingga keaslian bentuk rumah panggung ini masih dapat dikenali.
Selain memiliki bentuk yang khas, Rumah Panggung Kajang Leko juga menjadi pengejawantahan cita rasa seni, budaya, dan keyakinan yang tercermin pada setiap bagian bangunannya.
Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk rumah, pembagian fungsi setiap ruangan, hingga seni ukiran yang menghiasi beberapa bagiannya. Seluruh unsur tersebut berpadu menjadi satu kesatuan yang memperlihatkan karakter rumah panggung tradisional.
Mengapa rumah adat Indonesia berbentuk panggung? Dikutip dari laman bagpem.banjarmasinkota.go.id, keberadaan Rumah Panggung Kajang Leko tidak hanya menunjukkan bentuk arsitektur tradisional yang masih dipertahankan, tetapi juga menggambarkan bagaimana rumah adat dapat menjadi representasi seni, budaya, dan keyakinan yang diwujudkan melalui desain bangunannya.
Oleh karena itu, setiap bagian rumah, mulai dari bentuk bangunan, fungsi ruangan, hingga ukirannya, tetap menjadi unsur penting yang membentuk identitas Rumah Panggung Kajang Leko sebagaimana diwariskan dalam arsitektur Marga Bathin. (KIKI)
Baca juga: Kenapa Roro Jonggrang Meminta 1000 Candi? Cari Tahu di Sini