Konten dari Pengguna

Mengapa Suara Petir Terdengar Belakangan? Ini Alasan Ilmiahnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengapa Matahari Terasa Panas, foto:Unsplash/Rifki Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengapa Matahari Terasa Panas, foto:Unsplash/Rifki Kurniawan

Mengapa suara petir terdengar belakangan menjadi salah satu fenomena sederhana yang menarik perhatian saat hujan disertai badai.

Kilatan cahaya yang muncul di langit biasanya terlihat lebih dahulu, kemudian beberapa detik setelahnya barulah terdengar suara gemuruh yang cukup keras.

Perbedaan waktu tersebut sering kali terasa begitu jelas, terutama ketika petir menyambar tidak terlalu jauh dari tempat seseorang berada.

Mengapa Suara Petir Terdengar Belakangan Saat Menyambar?

Ilustrasi Mengapa Matahari Terasa Panas, foto:Unsplash/Point Normal

Mengapa suara petir terdengar belakangan menjadi fenomena saat hujan disertai badai. Kilatan cahaya biasanya tampak lebih dahulu di langit, sedangkan suara guntur baru terdengar beberapa saat kemudian.

Meskipun kilat dan petir berasal dari peristiwa yang hampir bersamaan, keduanya tidak sampai ke pengamat pada waktu yang sama. Perbedaan tersebut terjadi karena cahaya dan suara memiliki kecepatan rambat yang berbeda.

Dikutip dari rri.co.id menjelaskan bahwa kilat merupakan cahaya yang dihasilkan dari pelepasan muatan listrik di atmosfer. Sementara itu, suara petir muncul akibat pemanasan udara yang sangat cepat di sekitar jalur sambaran listrik.

Proses tersebut membuat udara mengembang secara tiba-tiba dan menghasilkan gelombang kejut yang kemudian terdengar sebagai suara guntur.

Cahaya bergerak dengan kecepatan sekitar 300.000 kilometer per detik sehingga kilatan petir dapat terlihat hampir seketika.

Sebaliknya, suara di udara hanya merambat sekitar 343 meter per detik pada suhu sekitar 20 derajat Celsius. Karena kecepatannya jauh lebih rendah, suara membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai pendengar.

Jarak sambaran petir turut menentukan panjang pendeknya jeda tersebut. Semakin jauh lokasi sambaran, semakin lama suara guntur terdengar setelah kilatan terlihat.

Jeda sekitar tiga detik, misalnya, dapat digunakan untuk memperkirakan bahwa sambaran petir berada sekitar satu kilometer dari lokasi pengamat.

Namun, perhitungan ini hanya bersifat perkiraan karena kecepatan suara dapat dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan kondisi atmosfer.

Sambaran petir membawa energi listrik yang sangat besar. Suhu pada jalur sambaran bahkan dapat mencapai puluhan ribu derajat Celsius, jauh lebih panas daripada permukaan Matahari.

Panas yang sangat tinggi tersebut terjadi dalam waktu singkat sehingga udara di sekitar jalur sambaran mengembang dengan cepat dan menghasilkan gelombang kejut.

Saat badai petir berlangsung, keselamatan juga perlu menjadi perhatian. BMKG mengingatkan agar tidak berlindung di bawah pohon tinggi, berada di lapangan terbuka, atau menggunakan benda logam.

Jika berada di luar ruangan, segera mencari perlindungan di dalam bangunan atau kendaraan tertutup hingga kondisi kembali aman.

Bagi yang berada di rumah, peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut ketika terdapat potensi sambaran petir yang kuat.

Tindakan tersebut dapat membantu mengurangi risiko kerusakan perangkat akibat lonjakan tegangan yang terjadi ketika petir menyambar jaringan listrik di sekitar lokasi.

Mengapa-suara-petir-terdengar-belakangan?

Dengan memahami proses tersebut, perbedaan waktu antara kilatan dan suara guntur menjadi lebih mudah dipahami.

Perbedaan kecepatan rambat cahaya dan suara membuat kilatan terlihat lebih dahulu, meskipun keduanya berasal dari peristiwa yang sama.

Selain menambah pemahaman mengenai proses alam, kewaspadaan terhadap kondisi cuaca juga penting agar risiko selama badai petir dapat diminimalkan. (KIKI)

Baca juga: Asal Usul Pulau Halang dalam Cerita Rakyat Riau dan Pesan Moralnya