Mengapa Tinta Koran Mudah Pudar? Ternyata Ini Penyebabnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memahami mengapa tinta koran mudah pudar menjadi hal yang menarik karena sifat tinta pada koran memang berkaitan erat dengan karakter kertas dan proses pencetakannya.
Selain itu, lingkungan tempat koran disimpan juga dapat memengaruhi tampilan tulisan dari waktu ke waktu.
Paparan udara, cahaya, panas, maupun kelembapan membuat kondisi halaman tidak selalu sama seperti ketika pertama kali dicetak.
Mengapa Tinta Koran Mudah Pudar dan Berubah Seiring Waktu?
Mengapa tinta koran mudah pudar menjadi hal yang menarik untuk diperhatikan, terutama ketika halaman koran yang baru dibaca beberapa waktu kemudian mulai terlihat berbeda.
Tulisan yang semula tampak hitam dan jelas dapat perlahan menjadi lebih samar, sedangkan bagian tertentu pada halaman terkadang meninggalkan bekas ketika tersentuh.
Kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik kertas dan tinta yang digunakan dalam proses pencetakan koran.
Koran pada umumnya dicetak menggunakan kertas yang ringan dengan permukaan yang tidak dirancang untuk menyimpan tinta seperti kertas berkualitas tinggi. Karena itu, tinta dapat lebih mudah terpengaruh oleh kondisi di sekitarnya.
Paparan udara, cahaya, panas, serta kelembapan menjadi bagian dari lingkungan yang dapat memengaruhi ketahanan tampilan tinta.
Selain itu, sifat tinta yang digunakan dalam proses cetak juga menentukan seberapa lama warna dapat bertahan pada permukaan kertas.
Perubahan tersebut biasanya berlangsung secara perlahan sehingga tidak selalu terlihat ketika koran baru saja selesai dicetak.
Seiring waktu, perbedaan warna pada tulisan menjadi semakin mudah dikenali, khususnya ketika koran sering terkena cahaya atau disimpan dalam kondisi yang kurang sesuai.
Berdasarkan informasi dari rri.co.id, salah satu faktor yang dapat memengaruhi ketahanan tinta adalah paparan udara. Komponen tinta dapat mengalami perubahan ketika berinteraksi dengan oksigen dalam waktu tertentu.
Proses tersebut secara perlahan dapat membuat warna tinta kehilangan intensitasnya sehingga tulisan terlihat lebih pudar. Selain udara, cahaya, terutama sinar ultraviolet (UV), juga dapat memengaruhi warna tinta.
Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat menyebabkan komponen tertentu pada tinta mengalami degradasi. Akibatnya, warna cetakan perlahan berubah dan tulisan menjadi kurang pekat.
Kondisi lingkungan turut berpengaruh terhadap keadaan tinta pada koran. Kelembapan yang tinggi dapat memengaruhi kertas dan tinta, sedangkan suhu yang tinggi dapat mempercepat berbagai reaksi kimia.
Jika koran terus berada dalam kondisi tersebut, perubahan pada tampilan tinta dapat berlangsung lebih cepat. Karakteristik kertas koran juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Kertas koran memiliki permukaan yang berbeda dari kertas untuk mencetak dokumen atau buku sehingga tinta tidak selalu bertahan dengan tingkat ketajaman yang sama dalam waktu lama.
Cara penyimpanan juga berpengaruh terhadap kondisi tinta. Koran yang diletakkan di tempat yang terpapar cahaya matahari, panas, kelembapan, atau udara dalam waktu lama dapat mengalami perubahan lebih cepat.
Sebaliknya, penyimpanan di tempat yang lebih terlindung dapat membantu menjaga tampilan halaman dan tulisan agar tetap lebih baik. (DANI)
Baca juga: Kenapa Tinta Pulpen Kadang Macet? Ini yang Terjadi di Dalam Ujung Pulpen