Mengapa Zenitsu Selalu Terlihat Penakut? Ini Alasan di Balik Sifatnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan mengapa Zenitsu selalu terlihat penakut berkaitan erat dengan kepribadiannya yang mudah panik ketika menghadapi situasi berbahaya.
Zenitsu Agatsuma merupakan salah satu karakter Demon Slayer yang memiliki kemampuan bertarung tinggi meskipun sikapnya kerap bertolak belakang dengan kekuatannya.
Rasa takut yang ditunjukkannya tidak sepenuhnya menggambarkan keberanian Zenitsu ketika keselamatan dirinya maupun orang lain berada dalam bahaya.
Dalam Demon Slayer, Mengapa Zenitsu Selalu Terlihat Penakut?
Mengapa Zenitsu selalu terlihat penakut? Dikutip dari screenrant.com, sikap tersebut terutama berasal dari ketakutannya terhadap bahaya dan kecenderungan Zenitsu untuk menunjukkan rasa takut secara berlebihan ketika menghadapi iblis.
Zenitsu sejak awal tidak benar-benar ingin menjalani kehidupan sebagai pembasmi iblis. Jigoro Kuwajima, mantan Hashira, melihat potensi dalam dirinya dan melatihnya menggunakan Pernapasan Petir.
Zenitsu kemudian menjalani tugas sebagai pembasmi iblis meskipun dirinya kerap merasa tidak siap menghadapi pertarungan yang dapat mengancam nyawa.
Ketika melihat iblis, Zenitsu biasanya memberikan reaksi yang sangat ekspresif. Ia dapat menangis, berteriak, meminta pertolongan, atau berusaha melarikan diri.
Reaksi tersebut menjadi ciri khasnya karena Zenitsu tidak berusaha menutupi ketakutan yang dirasakan.
Sikap tersebut juga dapat dipahami dari kondisi yang dihadapinya. Iblis dalam Demon Slayer merupakan makhluk berbahaya yang mampu membunuh manusia dengan mudah.
Rasa takut ketika berhadapan dengan makhluk seperti itu bukan sesuatu yang sepenuhnya tidak masuk akal.
Hal menariknya, Zenitsu sebenarnya memiliki kemampuan bertarung yang sangat tinggi. Ia menguasai Pernapasan Petir dan mempunyai kemampuan luar biasa dalam menggunakan Bentuk Pertama.
Kecepatan serangannya membuatnya mampu menebas iblis sebelum lawan sempat memberikan respons.
Keunikan Zenitsu terlihat ketika dirinya tidak sadar. Saat pingsan atau tertidur akibat tekanan dan ketakutan yang ekstrem, tubuhnya dapat bergerak menggunakan kemampuan yang sudah dilatih.
Dalam kondisi tersebut, ia bertarung dengan cepat, tepat, dan tanpa kepanikan yang biasanya terlihat ketika sadar.
Keberanian Zenitsu juga muncul ketika orang lain berada dalam bahaya. Saat melindungi kotak milik Tanjiro dari serangan Inosuke, ia tetap bertahan meskipun mengalami luka.
Pada saat itu, Zenitsu belum mengetahui bahwa Nezuko berada di dalam kotak tersebut. Ia hanya mengetahui bahwa benda itu penting bagi Tanjiro sehingga memilih menjaganya.
Tindakan serupa terlihat ketika Zenitsu berhadapan dengan Daki. Ia mencoba melindungi seorang gadis yang sedang disakiti oleh iblis tersebut.
Keputusan untuk ikut campur memperlihatkan bahwa rasa takut tidak selalu membuat Zenitsu mengabaikan keselamatan orang lain.
Perkembangan karakternya semakin terlihat setelah melewati berbagai pertarungan. Pengalaman menghadapi iblis membuat Zenitsu semakin mampu mengendalikan dirinya dan memahami kekuatan yang dimiliki.
Perubahan tersebut mencapai salah satu titik penting ketika ia mengetahui kematian Jigoro.
Jigoro merupakan guru yang sangat berarti bagi Zenitsu sekaligus sosok yang membimbingnya dalam mempelajari Pernapasan Petir.
Kematian sang guru membuat Zenitsu menunjukkan sisi yang jauh lebih tenang dan tegas. Ia kemudian menghadapi Kaigaku, mantan murid Jigoro yang berubah menjadi iblis, dan bertarung untuk membalas kematian gurunya.
Dalam pertarungan tersebut, Zenitsu bahkan menggunakan teknik ciptaannya sendiri, yaitu Bentuk Ketujuh Pernapasan Petir.
Kemampuan itu menunjukkan bahwa Zenitsu telah berkembang jauh dari sosok yang dahulu hanya menangis dan ingin melarikan diri ketika menghadapi bahaya.
Dengan demikian, sifat penakut Zenitsu tidak dapat disamakan dengan ketidakmampuan atau ketiadaan keberanian.
Ia tetap merasa takut, tetapi beberapa kali mampu bertindak ketika keadaan memaksanya melindungi orang lain atau menghadapi ancaman yang tidak dapat dihindari.
Rasa takut menjadi bagian kuat dari kepribadian Zenitsu, tetapi tindakan yang dilakukannya membuktikan bahwa ia tetap memiliki keberanian dan kemampuan bertarung.
Mengapa Zenitsu selalu terlihat penakut dapat dipahami melalui perbedaan antara reaksinya saat panik dan keberaniannya ketika berada dalam situasi genting. (Khoirul)
Baca Juga: Penjelasan Ending Jujutsu Kaisen Season 3 Lengkap