Mengenal Makhluk Hidup yang Dapat Membuat Makanan Sendiri dan Cara Kerjanya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri disebut sebagai kelompok organisme yang memiliki cara khusus untuk memenuhi kebutuhan makanannya.
Kemampuan ini berperan penting dalam kehidupan di bumi karena menjadi bagian dari proses yang mendukung keberlangsungan berbagai makhluk hidup lainnya.
Proses pembentukan makanan tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan, seperti ketersediaan air, cahaya matahari, dan zat tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan.
Makhluk Hidup yang Dapat Membuat Makanan Sendiri Disebut Produsen
Dikutip dari laman education.nationalgeographic.org, makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri disebut autotrof atau produsen.
Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan.
Berbeda dengan makhluk hidup yang memperoleh makanan dari organisme lain, autotrof dapat membuat makanannya sendiri melalui proses tertentu.
Kemampuan tersebut menjadikan autotrof sebagai bagian penting dalam kehidupan berbagai organisme di bumi.
Autotrof berasal dari kata auto yang berarti sendiri dan troph yang berarti makanan. Organisme ini mampu mengubah bahan anorganik, seperti air dan karbon dioksida, menjadi zat organik yang dapat digunakan sebagai makanan.
Dalam proses tersebut, autotrof memanfaatkan sumber energi tertentu untuk mendukung pembentukan makanan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ada dua cara utama yang digunakan autotrof untuk membuat makanan, yaitu fotosintesis dan kemosintesis. Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan dengan memanfaatkan energi cahaya matahari.
Proses ini dilakukan oleh tumbuhan hijau, alga, dan fitoplankton. Melalui fotosintesis, organisme tersebut menggunakan air dan karbon dioksida dengan bantuan energi cahaya untuk menghasilkan zat makanan.
Sementara itu, kemosintesis adalah proses pembuatan makanan yang menggunakan energi dari reaksi kimia.
Cara ini dilakukan oleh beberapa jenis bakteri. Berbeda dengan fotosintesis yang memanfaatkan cahaya matahari, kemosintesis memungkinkan organisme tertentu menghasilkan makanan melalui energi yang diperoleh dari reaksi kimia.
Selain mampu menghasilkan makanan sendiri, autotrof juga memiliki peran penting dalam ekosistem. Organisme ini disebut produsen karena menyediakan sumber energi bagi makhluk hidup lain.
Organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri disebut heterotrof atau konsumen. Kelompok tersebut memperoleh energi dengan memanfaatkan organisme lain sebagai sumber makanan.
Dalam rantai makanan, autotrof menjadi sumber energi bagi organisme yang berada pada tingkat berikutnya. Makanan yang dihasilkan produsen dapat dimanfaatkan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Oleh sebab itu, keberadaan autotrof sangat penting bagi berlangsungnya hubungan makan dan dimakan serta mendukung kehidupan berbagai organisme dalam suatu ekosistem. (KIKI)
Baca juga: Pada Masa Apa Kehidupan di Muka Bumi Mulai Muncul? Ini Sejarah Awal Kehidupan