Konten dari Pengguna

Mengenal Penyebab Sikap Diskriminasi dalam Diri Seseorang

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Penyebab Sikap Diskriminasi dalam Diri Seseorang, Foto:Unsplash/Volodymyr Hryshchenko
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Penyebab Sikap Diskriminasi dalam Diri Seseorang, Foto:Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Sikap diskriminasi muncul atau terjadi saat seseorang tidak memiliki sikap menghargai perbedaan dalam berinteraksi dengan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan latar belakang, kebiasaan, kondisi sosial, maupun cara pandang merupakan sesuatu yang wajar ditemukan.

Setiap individu memiliki pengalaman dan lingkungan yang berbeda sehingga membentuk pola pikir serta cara bersikap yang beragam.

Mengenal Penyebab Sikap Diskriminasi dalam Diri Seseorang di Kehidupan Sosial

Ilustrasi Mengenal Penyebab Sikap Diskriminasi dalam Diri Seseorang, Foto:Unsplash/Priscilla Du Preez ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ฆ

Berdasarkan informasi dari apa.org, sikap diskriminasi muncul atau terjadi saat seseorang tidak memiliki sikap menghargai perbedaan, tidak toleransi, sehingga memperlakukan pihak yang berbeda secara tidak sama.

Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya pengelompokan sosial, prasangka, stereotip, serta rasa takut terhadap pihak yang berbeda. Berbagai hal tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memandang kelompok tertentu.

Ketika perbedaan dijadikan dasar dalam memberikan penilaian atau perlakuan, sikap diskriminasi dapat muncul dalam hubungan dengan pihak lain.

Oleh karena itu, keberadaan pengelompokan sosial, prasangka, stereotip, dan rasa takut terhadap pihak yang berbeda menjadi hal yang berkaitan dengan terbentuknya sikap diskriminasi.

Pengelompokan sosial dapat membuat seseorang membedakan pihak berdasarkan kelompok tertentu. Dalam keadaan tersebut, muncul batas antara satu kelompok dan kelompok lainnya.

Perbedaan ini kemudian dapat memengaruhi cara seseorang memandang pihak yang berada di luar kelompoknya. Ketika pengelompokan sosial menjadi semakin kuat, perbedaan antarkelompok dapat menjadi dasar munculnya perlakuan yang tidak sama.

Selain pengelompokan sosial, prasangka juga berkaitan dengan sikap diskriminasi. Prasangka membuat seseorang memiliki penilaian terhadap pihak tertentu sebelum melihat keadaan secara menyeluruh.

Penilaian tersebut kemudian dapat memengaruhi cara seseorang bersikap sehingga pihak yang menjadi sasaran prasangka memperoleh perlakuan berbeda.

Stereotip turut berkaitan dengan cara seseorang memandang pihak yang memiliki perbedaan. Stereotip merupakan gambaran atau penilaian tertentu yang dilekatkan kepada suatu kelompok.

Ketika pandangan tersebut digunakan untuk menilai seseorang berdasarkan kelompoknya, perlakuan yang diberikan dapat ikut terpengaruh. Perbedaan akhirnya dapat menjadi dasar untuk memberikan perlakuan yang tidak sama.

Di sisi lain, rasa takut terhadap pihak yang berbeda juga dapat memunculkan sikap diskriminasi. Perbedaan yang dirasakan dapat menimbulkan rasa takut sehingga seseorang memilih menjaga jarak atau memberikan perlakuan berbeda.

Dengan demikian, pengelompokan sosial, prasangka, stereotip, serta rasa takut terhadap pihak yang berbeda menjadi faktor yang berkaitan dengan munculnya sikap diskriminasi dalam diri seseorang. (DANI)

Baca juga: Liberal adalah Apa? Ini Pengertian Lengkapnya