Menghadapi Volatility adalah dengan Cara Menegaskan Apa? Ini Jawabannya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat akan mudah panik dengan kondisi global jika belum tahu bahwa strategi menghadapi volatility adalah dengan cara menegaskan beberapa hal.
Volatility bisa diartikan dengan fluktuasi harga aset seperti saham atau mata uang crypto. Semakin tinggi volatilitasnya, maka tinggi juga potensi dan risiko perubahan harga asetnya.
Strategi Menghadapi Volatility adalah dengan Cara Menegaskan Visi
Menjawab pertanyaan menghadapi volatility adalah dengan cara menegaskan apa, di bawah ini penjelasan lengkapnya:
1. Menegaskan Visi dan Tujuan
Dijelaskan dalam laman binus.ac.id, untuk bidang karier atau bisnis, dalam menghadapi volatility yakni dengan cara menegaskan visi. Maksudnya yakni pegang teguh visi dan tujuan pembangunan bisnis.
Hal ini dilakukan untuk memberi arah yang kuat, tetap, dan terukur meskipun sedang menghadapi gejolak perubahan perekonomian ekstrem.
2. Diversifikasi Aset
Agar keuntungan yang didapat maksimal dan kerugian dapat diminimalisir dengan baik, jangan hanya berinvestasi di satu instrumen saja.
Sebar dana yang dimiliki ke beberapa instrumen investasi, seperti saham, reksadana, atau obligasi.
3. Fokus pada Rencana Jangka Panjang
Saat kondisi global tidak stabil, jangan panik berlebihan atau malah mengambil keputusan yang justru berpotensi memperkeruh suasana.
Pastikan tetap tenang dan fokus saja pada rencana jangka panjang dengan menggunakan strategi dollar-cost Averaging, yaitu investasi rutin dalam jumlah tetap.
4. Meningkatkan Ketangkasan (Agility)
Mengingat kondisi global tidak menentu, pastikan selalu responsif dengan kondisi terkini.
Jangan lupa untuk segera beradaptasi dengan cepat dan tepat supaya tetap bisa bertahan dalam kondisi yang tidak menentu.
5. Evaluasi Berkala
Meski sudah merasa memiliki rencana jangka dan strategi yang matang, tetap lakukan rebalancing atau penyeimbangan ulang pada portofolio. Tujuan utamanya agar tetap sesuai dengan profil risiko.
6. Tetapkan Manajemen Risiko
Bagi yang berinvestasi pada trading, tetapkan rasio reward atau risk yang sesuai misalnya saja 1,5:1. Di samping itu, terapkan stop loss untuk menekan kerugian saat kondisi pasar sedang tidak stabil.
Itulah penjelasan mengenai menghadapi volatility adalah dengan cara menegaskan apa. in
Poin-poin di atas sangat penting diperhatikan para pemula agar keuntungan yang didapat lebih besar daripada kerugiannya. (NOV)
Baca juga: Cara Transfer DANA dari BCA Anti Gagal