Meteor adalah Apa? Ini Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meteor adalah kilatan cahaya yang melesat cepat di langit malam, seolah meninggalkan jejak misterius yang memancing rasa penasaran.
Fenomena tersebut kerap disebut sebagai bintang jatuh, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Banyak orang mengaitkannya dengan berbagai mitos, harapan, hingga cerita turun-temurun yang menarik untuk disimak.
Namun di balik keindahannya, terdapat penjelasan ilmiah yang cukup kompleks dan menarik untuk dipahami lebih dalam.
Meteor adalah Fenomena Cahaya Seperti Bintang Jatuh
Dikutip dari laman brin.go.id, mengungkapkan bahwa meteor merupakan fenomena cahaya yang muncul ketika batuan antariksa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar akibat gesekan udara pada ketinggian sekitar 80 kilometer.
Batuan tersebut, yang awalnya berada di ruang angkasa, akan berpijar saat proses pembakaran berlangsung, sehingga tampak seperti garis cahaya di langit.
Setiap tahun, ribuan ton batuan dari ruang antariksa memasuki atmosfer Bumi, dan sebagian di antaranya terlihat sebagai meteor. Batuan ini pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan batuan yang ada di Bumi.
Peristiwa meteor terjadi saat batuan antariksa berpapasan dengan Bumi lalu memasuki atmosfer, kemudian terbakar dan menghasilkan cahaya yang dapat diamati dari permukaan.
Fenomena ini dijelaskan oleh Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia menyebut bahwa batuan antariksa tersebut merupakan sisa pembentukan tata surya yang banyak tersebar di sekitar orbit Bumi.
Batuan ini disebut meteoroid, yaitu bakal meteor. Ketika meteoroid masuk ke atmosfer dan terbakar, maka disebut meteor.
Selain meteor, terdapat istilah lain seperti asteroid dan komet. Asteroid merupakan batuan antariksa berukuran besar yang terkadang tampak bercahaya karena memantulkan sinar Matahari. Sementara itu, komet terdiri dari es dan debu.
Ketika mendekati Matahari, es dalam komet akan menguap dan melepaskan debu, yang kemudian membentuk ekor akibat dorongan angin Matahari. Oleh karena itu, komet sering disebut sebagai bintang berekor.
Pecahan asteroid atau komet yang memasuki atmosfer dapat menimbulkan meteor yang sangat terang, yang dikenal sebagai bola api atau fireball.
Sebagian besar meteor akan habis terbakar di atmosfer. Namun, jika ada bagian yang tersisa hingga mencapai permukaan Bumi, maka disebut meteorit.
Kandungan meteor umumnya berupa batuan, meskipun ada yang mengandung logam. Perbedaan unsur yang terbakar menyebabkan warna cahaya yang terlihat berbeda, seperti merah dari nitrogen dan oksigen, biru dari kalsium, hijau dari magnesium, serta kuning dari besi.
Penamaan meteor dan meteorit biasanya disesuaikan dengan lokasi pengamatan atau tempat jatuhnya. Salah satu peristiwa yang dikenal luas adalah tumbukan Tunguska pada 30 Juni 1908 di Siberia, yang menyebabkan gelombang kejut besar dan merobohkan hutan dalam area luas.
Penelitian menunjukkan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh asteroid.
Berdasarkan waktu kemunculannya, meteor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu meteor sporadis yang muncul tidak menentu dan hujan meteor yang terjadi pada waktu serta arah tertentu.
Hujan meteor berasal dari gugusan debu sisa komet, sehingga tampak datang dari arah rasi tertentu, seperti hujan meteor Eta Aquarids yang terlihat dari arah rasi Aquarius.(KIKI)
Baca juga: Konotatif adalah Apa? Temukan Penjelasannya di Sini