Konten dari Pengguna

Mogging Artinya Apa? Ini Makna Bahasa Gaul yang Viral di Media Sosial

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mogging Artinya Apa, Foto: Unsplash/camilo jimenez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mogging Artinya Apa, Foto: Unsplash/camilo jimenez

Mogging artinya apa? Istilah ini mungkin terasa asing kalau baru menemukannya di media sosial, apalagi karena kata tersebut belakangan digunakan dalam berbagai konteks dan gaya percakapan di internet.

Bukan sekadar istilah yang terdengar unik, mogging punya konteks penggunaan tersendiri yang menarik untuk diketahui. Daripada salah menangkap maksudnya saat melihat orang memakai istilah ini, yuk simak penjelasan di bawah ini sampai akhir.

Dalam Bahasa Gaul Mogging Artinya Unggul atau Menonjol

Ilustrasi Mogging Bahasa Gaul yang Viral di Media Sosial, Foto: Unsplash/I'M ZION

Mengutip situs https://www.theguardian.com, mogging artinya mengungguli, mengalahkan, atau terlihat lebih menonjol dibandingkan orang lain.

Istilah slang ini awalnya banyak digunakan untuk membandingkan penampilan atau daya tarik fisik seseorang, tetapi sekarang maknanya sudah semakin luas.

Dalam bahasa gaul, mogging bisa dipakai ketika seseorang dianggap lebih unggul dari orang lain dalam berbagai hal, bahkan sering digunakan secara bercanda di media sosial.

Istilah ini mulai dikenal dari budaya internet yang disebut manosphere. Kata mog berasal dari istilah “Amog” yang merupakan singkatan dari alpha male of the group.

Pada forum-forum yang bersifat misoginis pada era 2010-an, mog digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap lebih unggul dalam hal daya tarik seksual.

Seiring perkembangannya, istilah mogging juga banyak digunakan oleh komunitas looksmaxxing. Dalam konteks ini, pembahasannya berkaitan dengan usaha meningkatkan penampilan fisik agar seseorang terlihat lebih menarik.

Salah satu istilah turunannya adalah frame mogging, yang mengarah pada seseorang yang terlihat lebih unggul secara fisik, terutama karena tubuh yang lebih berotot, ketika dibandingkan dengan orang lain dalam foto atau video.

Faktanya, penggunaan mogging sekarang sudah tidak terbatas pada urusan penampilan. Kata ini semakin sering dipakai untuk menyebut seseorang yang berhasil mengungguli orang lain dalam hal apa pun.

Misalnya, seorang atlet dapat mengatakan bahwa strateginya adalah “to mog” kompetitornya. Ada pula istilah walk-mogging, yaitu candaan ketika seseorang berjalan melewati atau mendahului orang lain di jalan.

Popularitas mogging membuat istilah ini masuk ke percakapan sehari-hari, terutama di kalangan Gen Z dan Gen Alpha atau orang yang sangat aktif di internet. Penggunaannya bahkan sering dibuat dengan nada humor.

Contohnya, seseorang yang berfoto di dekat patung Napoleon bisa bercanda dengan menulis “I mogged Napoleon!” untuk menyatakan dirinya terlihat lebih unggul dalam foto tersebut.

Meski terdengar seperti slang biasa, penggunaan kata mogging juga mendapat perhatian karena asal-usulnya dari budaya internet yang dianggap toksik.

Tony Thorne dari King’s College London menilai istilah ini berkaitan dengan budaya yang sangat kompetitif, individualistis, dan agresif.

Psikoterapis Will Adolphy juga melihat adanya kekhawatiran karena konsep mogging dapat memperkuat anggapan bahwa seseorang bisa mendominasi orang lain berdasarkan penampilan fisik dan status.

Kekhawatiran tersebut terutama berlaku bagi remaja yang masih mengembangkan kemampuan sosial dan emosional serta memiliki keinginan untuk diterima oleh lingkungan sebayanya.

Penggunaan istilah yang terus-menerus dapat ikut mendorong cara pandang yang membuat orang merasa harus selalu bersaing dengan orang lain.

Meski begitu, makna mogging saat ini sudah jauh berkembang dari asalnya. Banyak orang menggunakannya tanpa maksud serius dan justru sebagai lelucon.

Konten di media sosial juga kerap mengubah konsep yang awalnya agresif menjadi sesuatu yang absurd dan menghibur.

Demikianlah penjelasan mengenai mogging artinya, mulai dari makna, asal-usul, hingga penggunaannya yang kini semakin luas di media sosial. Meski digunakan sebagai candaan, penting juga memahami konteks istilah ini agar tidak keliru menangkap maksudnya. (Fikah)

Baca juga: Mengenal Arti Yearning, Kata yang Menggambarkan Kerinduan Mendalam