Konten dari Pengguna

Najis Mughallazah adalah Apa? Ini Penjelasan yang Wajib Dipahami Umat Islam

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Najis Mughallazah adalah, Foto:Unsplash/Victor G
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Najis Mughallazah adalah, Foto:Unsplash/Victor G

Najis mughallazah adalah istilah yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun sebenarnya memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Dalam praktik ibadah, menjaga kebersihan bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan juga bagian dari ketaatan yang tidak bisa dianggap remeh.

Di sinilah pemahaman tentang najis, khususnya yang tergolong berat, menjadi sangat relevan.

Najis Mughallazah adalah Jenis Najis Berat dalam Hukum Islam

Ilustrasi Najis Mughallazah adalah, Foto:Unsplash/Milli

Dikutip dari laman kalsel.kemenag.go.id, najis mughallazah adalah jenis najis yang tergolong berat dalam hukum kebersihan Islam, sehingga penanganannya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian yang lebih dibandingkan jenis najis lainnya.

Dalam pembahasan mengenai najis ini, disebutkan bahwa sumbernya berasal dari hewan tertentu yang telah ditetapkan memiliki status najis berat.

Oleh karena itu, setiap unsur yang berkaitan dengan hewan tersebut tidak dapat dipisahkan dari hukum kenajisannya.

Air liur, keringat, serta kotoran yang berasal darinya termasuk dalam kategori yang sama, sehingga semuanya diperlakukan dengan aturan yang seragam.

Hal ini menunjukkan bahwa konsep kebersihan dalam ajaran Islam tidak hanya bersifat umum, tetapi juga memiliki rincian yang jelas dan terstruktur.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman seperti ini menjadi penting karena interaksi dengan lingkungan sering kali tidak dapat dihindari.

Tanpa pengetahuan yang tepat, seseorang bisa saja tanpa sadar bersentuhan dengan hal-hal yang termasuk dalam najis tersebut.

Karena itu, diperlukan kesadaran untuk mengenali bentuk-bentuk najis agar proses menjaga kesucian tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Dengan memahami dasar ini, setiap langkah dalam bersuci dapat dilakukan dengan lebih terarah dan tidak menimbulkan keraguan.

Adapun cara mensucikan najis mughallazah memiliki ketentuan khusus yang tidak sama dengan najis lainnya. Proses penyuciannya dilakukan dengan tujuh kali basuhan, yang masing-masing dilakukan secara berurutan.

Dari keseluruhan basuhan tersebut, salah satunya harus menggunakan air yang telah dicampur dengan tanah.

Ketentuan ini menjadi bagian penting dalam proses penyucian, karena tidak hanya mengandalkan air semata, melainkan juga melibatkan unsur tanah sebagai bagian dari tata cara yang telah ditentukan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut secara benar, kebersihan dari najis mughallazah dapat dicapai sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pemahaman ini memberikan kejelasan mengenai bagaimana menjaga kesucian diri dan benda yang terkena najis tersebut, sehingga setiap aktivitas ibadah dapat dilakukan dalam keadaan yang lebih terjaga dan sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan. (DANI)

Baca juga: Kalimat Tauhid adalah Apa? Simak Penjelasannya di Sini