Neptu adalah Apa? Simak Jawabannya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam tradisi Jawa, ada istilah neptu dalam konteks penanggalan, perhitungan hari baik, hingga berbagai pertimbangan dalam kehidupan sehari-hari. Neptu adalah nilai yang ditotal dalam pasaran Jawa.
Istilah ini terdengar sederhana, namun menyimpan makna yang cukup dalam dan sering kali berkaitan dengan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Tidak sedikit orang yang penasaran karena kata neptu sering disebut dalam berbagai momen penting, mulai dari pernikahan, pindah rumah, hingga menentukan waktu memulai usaha.
Neptu adalah Nilai yang Diperoleh dari Perhitungan Tradisi Jawa
Dikutip dari laman desagedangrejo.gunungkidulkab.go.id, mengungkapkan bahwa neptu adalah nilai atau besaran yang diperoleh melalui proses perhitungan dalam tradisi Jawa, yaitu dengan menjumlahkan nilai dari hari dan nilai dari pasaran.
Hari yang dimaksud mencakup Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, hingga Sabtu, sedangkan pasaran terdiri atas Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.
Masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai tertentu, sehingga ketika keduanya digabungkan, akan menghasilkan angka yang disebut sebagai neptu.
Dalam praktiknya, perhitungan ini tidak berdiri sendiri, karena selalu berkaitan dengan perpaduan antara hari dan pasaran yang dikenal sebagai weton.
Weton merupakan kombinasi dari keduanya, sehingga menjadi dasar penting dalam memahami neptu. Oleh karena itu, ketika membahas neptu, pembahasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari konsep weton yang melengkapinya.
Lebih lanjut, neptu tidak hanya dipahami sebagai angka hasil penjumlahan, melainkan juga sebagai bagian dari sistem penanggalan tradisional Jawa yang telah digunakan sejak lama.
Dengan adanya pembagian nilai pada setiap hari dan pasaran, proses perhitungan ini tersusun secara teratur, sehingga memudahkan dalam menentukan hasil akhirnya.
Selain itu, hubungan antara hari dan pasaran membentuk pola yang berulang, sehingga menghasilkan kombinasi tertentu yang terus digunakan dalam perhitungan.
Pola tersebut menjadi dasar dalam menentukan neptu, sekaligus menunjukkan bahwa sistem ini memiliki susunan yang jelas dan terstruktur.
Neptu adalah hasil dari penjumlahan nilai hari dan pasaran yang tidak terpisahkan dari konsep weton sebagai perpaduan keduanya. (DANI)
Baca juga: Makna Simbolik adalah Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya