Konten dari Pengguna

Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah, Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah, Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Ada saat ketika hati sedang punya satu permintaan yang begitu ingin disampaikan kepada Allah. Bukan lewat kata-kata yang panjang, cukup mengambil wudu, berdiri untuk salat, lalu memulai dengan niat sholat hajat 2 rakaat sendiri di rumah.

Niat salat pada dasarnya berada di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Membaca lafaz niat sebelum takbir juga diperbolehkan sebagai bentuk membantu menghadirkan niat dalam hati.

Bacaan Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah yang Mudah Dihapal

Ilustrasi Sholat Hajat Sendiri di Rumah, Foto: Unsplash/afiq fatah

Mengutip situs https://kemenag.go.id, berikut bacaan niat sholat hajat 2 rakaat sendiri di rumah lengkap bahasa Arab, latin, dan artinya:

Niat melaksanakan salat hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatal hājati rak‘ataini adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku menyengaja salat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah Swt.”

Tata Cara Salat Hajat 2 Rakaat

Secara umum, salat hajat dua rakaat dilakukan seperti salat sunnah lainnya. Berikut urutan yang dapat dilakukan:

  1. Membaca niat salat hajat sebelum memulai salat.

  2. Melaksanakan salat sebanyak dua rakaat.

  3. Membaca Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surat pendek. Dalam keterangan yang dirujuk, Al-Ikhlas dan Ayat Kursi termasuk bacaan yang dianjurkan.

  4. Setelah salam, membaca selawat dan doa.

  5. Menyampaikan hajat atau permohonan pribadi kepada Allah Swt. dengan khusyuk.

Dua rakaat disebut sebagai salah satu bentuk pelaksanaan salat hajat yang memadai. Salat ini juga merupakan bentuk munajat ketika seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu.

Bacaan Setelah Salat Hajat

Setelah selesai melaksanakan salat, dianjurkan untuk membaca selawat dan doa sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”

Selanjutnya, dianjurkan juga untuk membaca doa Rasulullah saw sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-‘aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘alamîna.

“Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,”

Doa untuk Menyampaikan Hajat

Bagi seseorang yang mempunyai keperluan atau permohonan tertentu, doa berikut juga dapat dilanjutkan sebagaimana riwayat Imam At-Tirmidzi:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

“Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih,”.

Memanjatkan Doa Sesuai Hajat

Setelah membaca rangkaian doa tersebut, seseorang dapat menyampaikan permohonan khusus kepada Allah Swt. Hajat yang dimiliki dapat disampaikan dengan sungguh-sungguh dan penuh kekhusyukan.

Demikian, salat hajat tidak berhenti pada pelaksanaan dua rakaat dan bacaan setelahnya, tapi juga jadi kesempatan untuk bermunajat kepada Allah mengenai kebutuhan yang sedang dihadapi. Setelahnya, seorang Muslim menyerahkan hasilnya kepada Allah Swt. (Fikah)

Baca juga: Waktu Sholat Dzuhur di Hari Jumat untuk Wanita, Umat Islam Wajib Tahu