Nu’aiman adalah Apa? Mengenal Sahabat Nabi yang Dikenal Penuh Canda
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nu’aiman adalah salah satu sosok yang sering kali membuat banyak orang penasaran ketika nama para sahabat Nabi mulai dibicarakan dalam berbagai kisah sejarah Islam.
Ada sesuatu yang terasa berbeda saat mendengar namanya, seolah menghadirkan warna lain di tengah deretan cerita para sahabat yang umumnya dikenal dengan kesungguhan, keteguhan, dan pengorbanan yang luar biasa.
Namun, Nu’aiman justru kerap disebut dengan nuansa yang lebih ringan, hangat, dan penuh kejutan kecil yang tidak selalu terduga.
Nu’aiman adalah Salah Satu Sahabat Rasulullah
Dikutip dari laman baznas.go.id, Nu’aiman adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad saw yang dikenal dalam sejarah Islam karena kepribadiannya yang ceria dan selera humornya yang khas, sehingga kisahnya sering disebut dalam berbagai riwayat sebagai bagian dari warna kehidupan para sahabat.
Dalam catatan sejarah, ia digambarkan sebagai sosok yang mampu menghadirkan tawa melalui candaan yang dilakukan tanpa maksud menyakiti, bahkan terkadang melibatkan Rasulullah dalam peristiwa yang membuat suasana menjadi lebih ringan.
Kehadirannya memperlihatkan bahwa kehidupan para sahabat tidak hanya dipenuhi keseriusan, tetapi juga terdapat momen kebersamaan yang hangat dan penuh canda yang tetap berada dalam batas kebaikan.
Beberapa kisah menunjukkan sisi humornya, seperti ketika membeli buah untuk Rasulullah saw namun dilakukan dengan cara berutang, sehingga penjual datang menagih kepada Rasulullah, dan peristiwa itu disikapi dengan senyum serta penjelasan dari Nu’aiman, sementara Rasulullah kemudian melunasi pembayaran tersebut.
Dalam kisah lain, ia membeli madu dari seorang Badui lalu memberikannya sebagai hadiah kepada Rasulullah, tetapi belum melunasi pembayarannya, sehingga penagihan kembali diarahkan kepada Rasulullah.
Peristiwa tersebut tetap disambut dengan tawa, tanpa kemarahan, karena dianggap sebagai bagian dari kelucuan yang tidak mengandung niat buruk.
Di balik sisi humor tersebut, Nu’aiman juga dikenal memiliki kesetiaan kepada Rasulullah SAW serta turut mengikuti berbagai perjalanan bersama para sahabat.
Dalam perjalanan dagang ke Negeri Syam, ia bersama rombongan mengalami peristiwa ketika rasa lapar mendorongnya meminta makanan dari bekal yang dijaga sahabatnya yaitu Suwaibith.
Ketika permintaan tersebut ditolak, ia kemudian melakukan candaan dengan menjual Suwaibith kepada kafilah yang lewat, sementara Suwaibith mencoba menjelaskan bahwa dirinya bukan budak.
Namun penjelasan tersebut tidak segera dipercaya oleh rombongan kafilah karena sebelumnya telah ada keterangan dari Nu’aiman, sehingga peristiwa itu berlangsung dalam nuansa candaan.
Selain itu, Nu’aiman juga tercatat mengikuti beberapa pertempuran besar seperti Perang Badar dan Perang Uhud, di mana ia menunjukkan sikap yang berbeda dari kesehariannya, yaitu lebih serius dan berani dalam menghadapi musuh.
Dalam situasi tersebut, ia turut serta dalam perjuangan membela Islam bersama para sahabat lainnya.
Dari rangkaian kisah tersebut, terlihat bahwa Nu’aiman adalah sahabat Nabi yang mampu menempatkan diri sesuai keadaan, serta menunjukkan keseimbangan antara humor, kesetiaan, dan keberanian dalam berbagai situasi kehidupan. (DANI)
Baca juga: Kalimat Tauhid adalah Apa? Simak Penjelasannya di Sini