Orang yang Mengajukan Pertanyaan dalam Wawancara dan Tugasnya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara disebut apa? Kegiatan wawancara melibatkan dua pihak yang memiliki peran berbeda dalam proses tanya jawab.
Setiap pihak menjalankan tugas masing-masing agar percakapan berlangsung terarah dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Proses tersebut juga membutuhkan komunikasi yang baik agar setiap pertanyaan dapat disampaikan dan dijawab secara jelas.
Interviewer: Orang yang Mengajukan Pertanyaan dalam Wawancara
Dikutip dari sciencedirect.com, orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara disebut pewawancara atau interviewer. Pihak ini bertugas memimpin jalannya wawancara, menyampaikan pertanyaan, serta menggali keterangan dari orang yang diwawancarai.
Sementara itu, orang yang menjawab pertanyaan disebut narasumber atau interviewee. Pihak ini memberikan jawaban sesuai pengalaman, pengetahuan, atau hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
Dalam wawancara kerja, pewawancara biasanya berasal dari bagian sumber daya manusia (HRD), perekrut, atau manajer perusahaan.
Pewawancara memiliki peran penting dalam mengatur alur percakapan. Pertanyaan yang disampaikan perlu disesuaikan dengan tujuan wawancara agar jawaban yang diperoleh tetap relevan.
Selain itu, pewawancara harus mampu mendengarkan jawaban dengan saksama dan mengajukan pertanyaan lanjutan apabila ada hal yang perlu diperjelas.
Beberapa tugas utama seorang pewawancara dalam kegiatan tanya jawab antara lain:
Menyusun Pertanyaan: menyiapkan daftar pertanyaan sesuai tema dan tujuan wawancara. Dalam seleksi kerja, pertanyaan dapat mencakup pengalaman, keterampilan, pendidikan, dan kemampuan calon karyawan.
Membuka Wawancara: mengawali percakapan dengan memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan kegiatan, serta menciptakan suasana yang nyaman.
Mengajukan Pertanyaan: menyampaikan pertanyaan secara jelas dan berurutan supaya orang yang diwawancarai dapat memberikan jawaban sesuai konteks.
Mendengarkan Jawaban: memperhatikan setiap jawaban agar tidak melewatkan hal penting yang berkaitan dengan tujuan wawancara.
Menggali Keterangan Lebih Lanjut: mengajukan pertanyaan tambahan apabila jawaban belum jelas atau masih membutuhkan penjelasan.
Menutup Wawancara: mengakhiri percakapan setelah seluruh pertanyaan selesai, memberikan kesempatan untuk menyampaikan hal tambahan, dan mengucapkan terima kasih.
Peran pewawancara dapat ditemukan dalam berbagai situasi. Dalam wawancara kerja, petugas HRD bertindak sebagai pewawancara ketika mengajukan pertanyaan kepada pelamar.
Dalam kegiatan jurnalistik, wartawan menjadi pewawancara saat menggali keterangan dari narasumber.
Contoh lainnya terdapat dalam penelitian. Seorang peneliti yang mengajukan pertanyaan kepada responden untuk memperoleh data juga menjalankan peran sebagai pewawancara.
Pertanyaan dapat disampaikan secara langsung melalui percakapan tatap muka maupun melalui sambungan telepon atau video.
Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara dan menjadi pihak yang mengarahkan jalannya kegiatan tanya jawab melalui pertanyaan terstruktur.
Peran ini membutuhkan kemampuan berkomunikasi, mendengarkan, dan menggali keterangan agar tujuan wawancara tercapai. (Suc)
Baca Juga: Upaya Melakukan Kerja Terbaik sebagai Bagian Perilaku Kompeten ASN