Orienteering adalah Apa? Temukan Faktanya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orienteering adalah salah satu olah raga luar ruangan yang menarik untuk dikenali, terutama karena aktivitas ini berkaitan dengan kemampuan menemukan arah sambil menjelajahi suatu kawasan.
Dalam praktiknya, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan dapat dilakukan dengan tepat dan terarah.
Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan pengalaman berada di luar ruangan, tetapi juga menuntut perhatian terhadap kondisi sekitar.
Orienteering adalah Olahraga Luar Ruang atau Navigasi
Orienteering adalah olahraga navigasi yang menggunakan peta dengan tingkat detail tinggi. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh pendaki berpengalaman, pelari yang mengikuti perlombaan, maupun keluarga atau kelompok yang ingin melakukan aktivitas di taman.
Melalui kegiatan ini, kemampuan navigasi dapat terus berkembang seiring dengan semakin seringnya berlatih.
Kemampuan membaca peta pun dapat dibangun secara bertahap, mulai dari menjelajahi taman kota yang memiliki banyak bangunan atau tanda yang mudah dikenali hingga menavigasi wilayah terpencil dengan sedikit atau bahkan tanpa tanda buatan manusia.
Dikutip dari laman orienteeringusa.org, pada peta orienteering, lintasan ditandai dengan beberapa bentuk berwarna ungu, yaitu segitiga, lingkaran, lingkaran ganda, dan terkadang garis penghubung.
Segitiga menunjukkan titik awal, sedangkan lingkaran ganda menandai titik akhir. Sementara itu, lingkaran yang berada di antara keduanya menunjukkan titik pemeriksaan atau checkpoint.
Di medan yang sebenarnya, setiap checkpoint ditandai dengan bendera bernomor berwarna oranye dan putih. Bendera tersebut menjadi penanda bahwa lokasi yang ditemukan sudah sesuai dengan titik pada peta.
Setiap kali mencapai checkpoint, peserta perlu melakukan pencatatan sebagai tanda bahwa lokasi yang benar telah ditemukan.
Adapun rute yang digunakan untuk berpindah dari satu checkpoint ke checkpoint berikutnya dapat dipilih secara bebas.
Dengan demikian, peserta tidak harus mengikuti satu jalur tertentu selama tetap menemukan seluruh titik pemeriksaan yang telah ditentukan.
Struktur kegiatan orienteering juga memiliki fungsi keselamatan bagi seluruh peserta. Setelah kegiatan selesai, jumlah peserta yang kembali perlu sesuai dengan jumlah peserta yang memulai.
Karena itu, peserta tetap perlu melapor kepada petugas di garis akhir, meskipun lintasan yang diikuti tidak berhasil diselesaikan. Langkah tersebut diperlukan agar keberadaan peserta tetap diketahui dan kegiatan berlangsung dengan aman.
Orienteering merupakan kegiatan yang menggunakan sistem waktu. Bagi pelari, berlari berdasarkan waktu mungkin sudah menjadi pengalaman yang biasa.
Namun, kegiatan ini menghadirkan tantangan tambahan karena peserta memulai secara bergantian dan perlu menentukan sendiri rute yang akan dilalui selama bergerak menuju checkpoint.
Bagi peserta yang tidak terbiasa berlari, pencatatan waktu secara otomatis dari satu checkpoint ke checkpoint berikutnya dapat digunakan untuk mengukur efektivitas navigasi pada rute yang dipilih.
Hasil tersebut juga dapat dibandingkan dengan peserta lain yang memilih rute berbeda. Dalam kegiatan ini, pemilihan rute yang tepat dapat memberikan hasil lebih baik daripada hanya mengandalkan kecepatan.
Baca juga: Bouldering adalah Apa? Simak Pengertian dan Cara Melakukannya di Sini