Pamali adalah Istilah Jawa: Cari Tahu Artinya di Sini
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pamali adalah istilah yang banyak dikenal dalam berbagai budaya di Indonesia, khususnya di lingkungan masyarakat Jawa, Sunda, dan Bugis. Istilah ini merujuk pada larangan atau pantangan yang diyakini tidak boleh dilanggar karena dapat menimbulkan dampak buruk tertentu.
Selain itu, pamali juga banyak dipahami sebagai mitos dan memiliki fungsi penting sebagai aturan sosial yang menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia, lingkungan, dan nilai-nilai budaya.
Pamali adalah Istilah dari Bahasa Jawa
Secara turun-temurun, pamali adalah istilah yang diwariskan melalui tradisi lisan seperti nasihat orang tua, cerita rakyat, dan petuah adat. Contoh pamali yang banyak dijumpai antara lain larangan duduk di atas bantal yang dipercaya dapat menyebabkan bisul.
Selain itu ada juga contoh pamali seperti larangan menyapu di malam hari yang dianggap membawa kesialan. Di balik beberapa larangan tersebut, terdapat makna mendalam sebagai upaya membentuk perilaku masyarakat agar lebih disiplin, berhati-hati, dan menghormati norma sosial.
Dikutip dari rri.co.id, dalam beberapa kajian akademik, pamali juga dipandang sebagai bagian dari kearifan lokal. Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Kansasi oleh Maria Mike Arniyati berjudul Adat Pamali Sebagai Cermin Kepercayaan dan Identitas Budaya Masyarakat Sekubang, pamali berperan sebagai pedoman dalam mengatur perilaku sosial dan menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya.
Penelitian tersebut menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan tokoh adat dan observasi lapangan. Sehingga menunjukkan bahwa pamali menjadi identitas budaya yang turut memperkuat kohesi sosial dalam kehidupan masyarakat.
Sementara itu, dalam Jurnal DEIKTIS karya Andi Ima Kesuma dalam artikel berjudul Perubahan Sosial pada Budaya Pamali dengan Mitos dan Fakta dalam Masyarakat di Indonesia, pamali mengalami pergeseran makna seiring dengan perkembangan zaman.
Sebagian masyarakat juga menganggap pamali sebagai mitos, namun tidak sedikit pula yang memiliki dasar yang rasional. Contohnya, larangan untuk bermain di sungai pada malam hari sebenarnya bertujuan melindungi anak-anak dari potensi bahaya.
Dalam Jurnal JAMASAN oleh Sansan Sanjaya yang berjudul Implementation of Pamali Cultural Values as Social and Cultural Resilience of the Panjalu Society in Ciamis Regency menegaskan bahwa pamali berfungsi sebagai bentuk ketahanan sosial dan budaya.
Sedangkan di wilayah Panjalu dan Ciamis, pamali menjadi aturan tidak tertulis yang mampu menjaga keteraturan sosial dan memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.
Di Indonesia pamali adalah kepercayaan tradisional dan sebagai bentuk mekanisme sosial yang berperan dalam menjaga keselamatan, etika, dan keharmonisan hidup. Meskipun sebagian pamali kini mulai ditinggalkan, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai warisan budaya yang memperkaya identitas bangsa ini. (Win)
Baca juga: Ikhtiar adalah Apa? Simak Jawabannya di Sini