Konten dari Pengguna

Pandangan Terhadap Pelanggan dalam Corporate Culture School

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai.Foto: Nathália Rosa / Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai.Foto: Nathália Rosa / Unsplash

Belum banyak yang tahu dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai apa sebenarnya?

Corporate culture school merupakan program pelatihan atau modul pembelajaran internal yang terdapat di sebuah perusahaan.

Pandangan Terhadap Pelanggan dalam Corporate Culture School yang Perlu Diketahui

Ilustrasi dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai.Foto: Osarugue Igbinoba / Unsplash

Dikutip dari buku Customer Loyalty, Jill Griffin (2003:5), dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai mitra.

Corporate culture school memposisikan pelanggan sebagai mitra yang berfokus pada hubungan timbal balik, kolaborasi, dan saling menguntungkan.

Ada beberapa alasan mengapa pelanggan dilihat sebagai mitra. Jika ingin mengetahui penjelasannya, simak ulasan berikut:

1. Hubungan Kolaboratif

Mencerminkan hubungan kolaboratif atau kerjasama yang saling menguntungkan kedua belah pihak, baik perusahaan maupun pelanggan.

Pada pandangan corporate culture school, pelanggan dianggap bukan sekadar pembeli, melainkan mitra yang setara untuk tumbuh bersama.

2. Orientasi Jangka Panjang

Agar sebuah perusahaan bisa bertahan jangka panjang, penting untuk membangun kepercayaan dan nilai yang berkelanjutan, bukan hanya sekedar transaksi satu arah.

Cara meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan tidak sesulit yang dibayangkan, cukup dilakukan melalui pelayanan prima yang berkelanjutan.

3. Mendapatkan Tujuan Bersama

Jadikan pelanggan sebagai bagian penting dalam mencapai keberhasilan dan pertumbuhan bisnis, bukan sekadar mendapatkan keuntungan semata.

Pastikan membangun kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggan dengan memberi after sales terbaik.

4. Sumber Masukan untuk Inovasi

Pelanggan loyal biasanya akan memberikan umpan balik jujur tentang keunggulan dan kekurangan layanan atau produk yang dipasarkan.

Pada kebanyakan industri, ide-ide dari pelanggan langsung digunakan untuk merancang fitur baru atau produk di masa mendatang.

5. Pemasar Sukarela

Pelanggan bisa berperan sebagai pemasar sukarela ketika mereka merekomendasikan produk dan jasa tertentu kepada orang di sekitarnya.

Mereka akan merekomendasikan produk yang dianggap bagus kepada rekan, keluarga, atau melalui media sosial secara sukarela, tanpa mengharap imbalan.

Siapa sangka dalam corporate culture school kita diajarkan untuk melihat pelanggan kita sebagai mitra yang saling membutuhkan. (NOV)

Baca juga: Jenis-Jenis Kompensasi Non Finansial yang Berhubungan dengan Pekerjaan