Konten dari Pengguna

Paspor Merah: Definisi, Fungsi, dan Penggunaannya bagi Pemilik

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Paspor Merah Artinya, Foto:Unsplash/Andrej Lišakov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Paspor Merah Artinya, Foto:Unsplash/Andrej Lišakov

Paspor merah artinya menjadi salah satu istilah yang mungkin membuat penasaran ketika membahas berbagai jenis dokumen perjalanan.

Bagi sebagian orang, warna sampul paspor terlihat seperti sekadar pembeda tampilan, tetapi ada konteks tertentu yang membuat warna tersebut menarik untuk diperhatikan.

Paspor sendiri merupakan dokumen penting bagi seseorang yang hendak bepergian ke luar negeri karena memuat identitas pemegangnya dan digunakan dalam proses pemeriksaan keimigrasian.

Paspor Merah Artinya Paspor yang Digunakan Negara-Negara UNI Eropa

Ilustrasi Paspor Merah Artinya, Foto:Unsplash/Nicole Geri

Berdasarkan informasi dari kayak.com, paspor merah artinya dikaitkan dengan status persatuan ekonomi suatu negara.

Warna merah atau merah marun pada paspor menjadi salah satu ciri yang terlihat pada sejumlah negara yang memiliki hubungan dalam suatu persatuan ekonomi.

Karena itu, warna sampul paspor dapat menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan ketika membahas dokumen perjalanan dari berbagai negara.

Meski tampak sebagai perbedaan visual, penggunaan warna tertentu pada paspor dapat berkaitan dengan konteks negara yang menggunakannya.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Semua negara Uni Eropa memiliki paspor berwarna merah marun.

Kesamaan warna tersebut menjadi salah satu karakteristik yang terdapat pada paspor negara-negara anggota Uni Eropa. Dengan demikian, warna merah marun pada paspor dapat dikaitkan dengan keberadaan negara dalam persatuan ekonomi tersebut.

Hubungan antara warna paspor dan status suatu negara juga dapat dilihat dari perubahan yang dilakukan Inggris. Sebelumnya, Inggris menggunakan paspor berwarna merah marun seperti negara-negara Uni Eropa lainnya.

Namun, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, warna paspornya diubah menjadi biru. Perubahan tersebut menjadi contoh bahwa warna paspor dapat mengalami perubahan seiring dengan perubahan status atau hubungan suatu negara dengan persatuan ekonomi.

Selain negara-negara Uni Eropa dan Inggris, Swiss juga menggunakan paspor berwarna merah. Warna tersebut sesuai dengan warna yang terdapat pada bendera Swiss. Oleh karena itu, paspor Swiss memiliki tampilan merah yang selaras dengan identitas visual negaranya.

Sementara itu, Turki juga telah beralih menggunakan paspor berwarna merah. Negara tersebut merupakan negara yang berharap menjadi anggota Uni Eropa.

Penggunaan warna merah pada paspor Turki turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai negara yang memiliki hubungan dengan Uni Eropa.

Jika dilihat dari beberapa contoh tersebut, warna merah atau merah marun pada paspor dapat muncul dalam konteks yang berbeda.

Negara-negara Uni Eropa menggunakan warna merah marun pada paspornya, sedangkan Inggris mengubah warna paspornya dari merah marun menjadi biru setelah keluar dari Uni Eropa.

Swiss menggunakan warna merah yang sesuai dengan benderanya, sementara Turki telah beralih ke warna merah sebagai negara yang berharap menjadi anggota Uni Eropa.

Dengan demikian, pembahasan mengenai paspor merah berkaitan dengan berbagai konteks yang dimiliki oleh masing-masing negara. (DANI)

Baca juga: Letter of Acceptance adalah Apa? Calon Mahasiswa Wajib Tahu