Konten dari Pengguna

Pendekatan untuk Memahami Pembentukan Sikap Manusia dan Contoh Penerapannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jelaskan tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami proses terbentuknya sikap manusia. sertakan, contoh penerapannya dalam kehidupan anda. Unsplash.com/Elevate
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jelaskan tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami proses terbentuknya sikap manusia. sertakan, contoh penerapannya dalam kehidupan anda. Unsplash.com/Elevate

Jelaskan tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami proses terbentuknya sikap manusia. Sertakan, contoh penerapannya dalam kehidupan Anda. Pertanyaan ini banyak dibahas dalam diskursus ilmu sosial untuk memahami masyarakat.

Dalam ilmu psikologi sosial, ada tiga bentuk pendekatan utama untuk memahami proses terbentuknya sikap. Diantaranya yaitu pendekatan belajar, pendekatan konsistensi kognitif, dan pendekatan fungsional.

Ketiga pendekatan tersebut menjelaskan alasan seseorang memiliki pandangan, keyakinan, dan perilaku tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

Tiga Pendekatan yang Digunakan untuk Memahami Proses Terbentuknya Sikap Manusia

Ilustrasi jelaskan tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami proses terbentuknya sikap manusia. sertakan, contoh penerapannya dalam kehidupan anda. Unsplash.com/Brooke Cagle

Jelaskan tiga pendekatan yang digunakan untuk memahami proses terbentuknya sikap manusia. Sertakan, contoh penerapannya dalam kehidupan anda. Pertanyaan ini dapat terjawab dengan memahami terbentuknya sikap manusia.

Disadur dari buku Individu Dalam Masyarakat Buku Teks Mengenai Psikologi Sosial, David Krech, 1996, 14, sikap manusia terbentuk melalui proses yang dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, pemikiran, dan kebutuhan pribadi.

1. Pendekatan Belajar (Learning Approach)

Pendekatan belajar mengemukakan bahwa sikap manusia terbentuk melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Seseorang bisa mempelajari sikap melalui kebiasaan, konsekuensi dari tindakan, dan pengamatannya terhadap perilaku orang lain.

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, individu belajar untuk bersikap disiplin karena terbiasa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Saat kedisiplinan tersebut mendapatkan tanggapan positif dari orang lain, individu akan semakin terdorong untuk mempertahankannya.

Individu tersebut juga dapat belajar menghargai orang lain dengan mencontoh perilaku orang tua, guru, atau teman yang menunjukkan sikap sopan dan bertanggung jawab.

2. Pendekatan Konsistensi Kognitif (Cognitive Consistency Approach)

Pendekatan tersebut menekankan keinginan manusia dalam menjaga keselarasan antara pikiran, keyakinan, dan tindakannya. Pada saat perilaku tidak sesuai dengan keyakinan, maka seseorang dapat merasa tidak nyaman dan terdorong untuk memperbaikinya.

Contohnya, seseorang yang meyakini bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Namun, ketika orang tersebut membuang sampah sembarangan, tindakan tersebut bertentangan dengan keyakinannya.

Ketidaksesuaian tersebut mendorong seseorang untuk mengubah perilaku dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan perilaku tersebut, sikap dapat berkembang melalui kesadaran terhadap ketidaksesuaian antara prinsip dan tindakan.

3. Pendekatan Fungsional (Functional Approach)

Pendekatan tersebut memandang bahwa sikap terbentuk dan dipertahankan karena memiliki manfaat tertentu bagi individu. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan, melindungi diri, mengekspresikan nilai, maupun memahami lingkungan.

Sebagai contoh seseorang yang membiasakan diri bersikap terbuka terhadap pendapat orang lain, karena sikap tersebut membantu membangun hubungan yang baik dan memperluas pengetahuan.

Ketiga pendekatan untuk memahami pembentukan sikap manusia dan contoh penerapannya tersebut saling melengkapi. Memahami semua pendekatan tersebut dapat membantu manusia membangun sikap yang lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. (Win)

Baca juga: Apa yang Membuat Disiplin, Berani, Percaya Diri, dan Amoral Berbeda? Cek di Sini