Konten dari Pengguna

Pengembangan Aktivitas dengan Konsep CASEL dan Penjelasannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Setelah mengetahui konsep CASEL bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi. Unsplash.com/Quilia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Setelah mengetahui konsep CASEL bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi. Unsplash.com/Quilia

Konsep CASEL adalah kepanjangan dari Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning. Dalam mengadopsi konsep ini, banyak guru mendapati pertanyaan ini: Setelah mengetahui konsep CASEL bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi?

Setelah memahami konsep CASEL, guru perlu menyadari bahwa proses pembelajaran adalah berfokus pada pencapaian akademik serta perkembangan sosial dan emosional peserta didik.

Pengembangan Aktivitas dengan Konsep CASEL Bagi Guru

Ilustrasi Setelah mengetahui konsep CASEL bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi. Unsplash.com/Vitaly Gariev

Guru memiliki peran utama dalam menciptakan aktivitas pembelajaran untuk peserta didik. Hal itu membuat pertanyaan semacam “Setelah mengetahui konsep CASEL bagaimana Anda mengembangkan aktivitas yang mengakomodasi?” perlu dievaluasi.

Guru membantu peserta didik dalam mengenali emosi mereka dan membangun hubungan yang positif. Guru juga bertugas memahami orang lain serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Dikutip dari guru.kemendikdasmen.go.id, dalam praktik mengajar, guru dapat mengadopsi lima kompetensi utama CASEL ke dalam kegiatan pembelajarannya sehari-hari.

1. Kompetensi Pertama

Kompetensi ini adalah kesadaran diri (self-awareness). Guru harus mengawali pembelajaran dengan meminta peserta didik mengenali dan menyampaikan kondisi emosionalnya.

Misalnya, peserta didik diminta untuk mengungkapkan apakah sedang merasa senang, sedih, bersemangat, atau kurang bersemangat. Aktivitas seperti ini akan membantu siswa memahami perasaan, kelebihan, dan potensi dirinya.

2. Kompetensi Kedua

Kompetensi ini yakni manajemen diri (self-management). Guru bisa mengajak siswa melakukan latihan pernapasan sebelum memulai pelajaran, membuat target belajar, dan mengatur waktu untuk menyelesaikan tugas.

Kegiatan ini melatih kemampuan siswa mengendalikan emosi, meningkatkan konsentrasi, dan membangun sikap disiplin.

3. Kompetensi Ketiga

Kompetensi kesadaran sosial (social awareness) dapat dikembangkan melalui diskusi kelompok yang mendorong siswa menghargai perbedaan pendapat, memahami kondisi teman, dan menunjukkan empati.

Guru dapat memberi contoh permasalahan sosial sederhana agar peserta didik belajar memahami sudut pandang orang lain.

4. Kompetensi Keempat,

Selanjutnya adalah kompetensi keterampilan berelasi (relationship skills). Praktiknya, guru bisa memberikan tugas kelompok yang membutuhkan komunikasi, kerja sama, pembagian tugas, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan pendapat.

5. Kompetensi Kelima

Kompetensi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (responsible decision-making) bisa dilatih dengan menghadirkan permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Siswa diminta berdiskusi soal berbagai alternatif penyelesaian, mempertimbangkan konsekuensi, dan menentukan pilihan yang tepat.

Guru juga perlu membiasakan kegiatan refleksi di akhir pembelajaran. Dengan refleksi, siswa bisa mengevaluasi pengalaman, perasaan, dan sikapnya selama mengikuti kegiatan belajar.

Pengembangan aktivitas dengan konsep CASEL membantu guru menciptakan lingkungan pembelajaran aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Nantinya, siswa dibekali kecerdasan emosional, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam kehidupannya. (Aya)

Baca juga: Kedudukan Pancasila Kaitannya dengan Pengaruh Budaya Asing dan Penjelasannya