Konten dari Pengguna

Penjelasan Affordance dalam Konteks Digital

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Affordance dalam Konteks Digital. Unsplash.com/Shawn Rain
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Affordance dalam Konteks Digital. Unsplash.com/Shawn Rain

Affordance dalam konteks digital adalah peluang atau kemungkinan suatu tindakan yang ditawarkan oleh suatu teknologi kepada penggunanya. Istilah ini juga bisa dipahami sebagai fitur atau kemampuan teknis perangkat tertentu.

Pada konteks lain, Affordance juga berkaitan dengan bagaimana guru dan peserta didik mempersepsikan, memahami, dan memanfaatkan fitur teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pengertian Affordance dalam Konteks Digital

Ilustrasi Affordance dalam Konteks Digital. Unsplash.com/Alvaro Reyes

Dikutip dari aaleproject.org, yang dimaksud dengan affordance dalam konteks digital adalah kemampuan suatu teknologi untuk diterapkan dalam berbagai konteks, dieksplorasi secara mandiri, dan digunakan secara kolaboratif.

Dalam dunia pendidikan, teknologi memungkinkan siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, menciptakan produk, dan memecahkan masalah bersama. Teknologi turut menyediakan peluang interaksi yang lebih bermakna.

Dalam konteks digital, teknologi memiliki affordance yang dapat diintegrasikan dengan berbagai pendekatan pedagogis. Contohnya sebuah platform belajar yang bisa digunakan untuk pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kolaboratif dan pendekatan yang berorientasi tindakan.

Affordance lainnya adalah kemampuan teknologi dalam membantu peserta didik menyimpulkan atau membangun pengetahuan baru. Affordance mempermudah komunikasi dan memberikan keterampilan yang berguna bagi kebutuhan di masa depan.

Eksperimen dan pengalaman adalah bagian penting dalam menemukan sebuah affordance. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan teknologi digital, makan semakin besar peluang mereka menemukan cara baru untuk menggunakannya.

Affordance juga memiliki sifat spesifik terhadap konteks. Teknologi yang sangat bermanfaat bagi suatu bidang belum tentu memiliki manfaat yang sama bagi bidang lainnya.

Perbedaan tujuan, karakteristik, kemampuan digital, pengalaman, dan berbagai macam lingkungan akan sangat memengaruhi bagaimana affordance dipersepsikan.

Dalam pendidikan bahasa, guru berperan sebagai pihak yang mengenali, mengembangkan, dan mengintegrasikan affordance teknologi ke dalam kegiatan pedagogis di lingkungan pendidikan.

Di sini, peserta didik ditempatkan sebagai agen aktif yang mampu menemukan dan memanfaatkan berbagai peluang linguistik, budaya, sosial, dan kognitifnya.

Dengan pendekatan multibahasa yang berorientasi tindakan, lanskap affordance menjadi semakin luas. Diantaranya untuk bertindak, berkomunikasi, berkolaborasi, menciptakan makna, dan terlibat dalam lingkungan sosialnya.

Inti dari konsep affordance adalah hubungan dinamis antara apa yang ditawarkan teknologi dan bagaimana pengguna mempersepsikannya. Selain itu, hubungan lainnya ada pada konteks tempat teknologi digunakan dan tindakan yang dilakukan oleh pengguna.

Affordance dalam konteks digital adalah kemampuan teknis suatu perangkat dan peluang penggunaan yang dikenali dan diwujudkan oleh manusia dalam berbagai konteks. Teknologi menyediakan berbagai kemungkinan dan pengguna yang menentukannya menjadi peluang. (Aya)

Baca juga: Apa itu Ruang GTK? Ini Penjelasan dan Fungsinya sebagai Rumah Pendidikan