Penjelasan Gerakan Memutar Mengayun dan Meliukkan Badan dan Tekniknya
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bergerak bebas adalah salah satu ciri makhluk hidup. Dalam memahami berbagai jenis gerak, memutar, mengayun, dan meliukkan badan termasuk gerakan non-lokomotor.
Gerakan dapat dipahami sebagai perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Namun gerakan bisa juga dilakukan saat berolahraga tanpa harus berpindah tempat.
Memutar, Mengayun, dan Meliukkan Badan Termasuk Gerakan Non-Lokomotor dalam Olahraga
Memutar mengayun dan meliukkan badan termasuk gerakan apa? Dalam buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SD/MI Kelas I, Puji Rahayu dkk, 2021, 5-14, gerakan yang dilakukan tanpa mengubah posisi tubuh disebut dengan gerak non-lokomotor.
Materi tentang gerakan non-lokomotor termasuk penting untuk dipelajari karena dapat membantu melatih kemampuan tubuh melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
1. Definisi Gerak Non-Lokomotor dan Karakteristiknya
Gerak non-lokomotor adalah gerak yang dilakukan tubuh di tempat tanpa adanya perpindahan posisi dari satu titik ke titik lain. Saat melakukan gerakan ini, tubuh bertumpu pada posisi awal dan anggota tubuh lainnya seperti tangan, kaki, leher, dan pinggang, aktif bergerak.
Gerak non-lokomotor membutuhkan kerja otot dan sendi untuk mengubah posisi, menjaga keseimbangan, serta meningkatkan kelenturan tubuh. Gerakan ini bisa dilakukan dengan posisi berdiri, duduk, dan berjongkok dengan tubuh yang tidak berpindah tempat.
Karakteristik gerak non-lokomotor yaitu gerakan dilakukan di tempat. Sehingga membuat posisi tubuh tidak berpindah ke area lain.
Gerakan ini melibatkan otot dan sendi yang bekerja untuk menghasilkan perubahan posisi atau ketegangan tubuh. Gerak non-lokomotor membutuhkan koordinasi dan keseimbangan tubuh agar dapat dilakukan dengan baik.
2. Contoh Gerak Non-Lokomotor yang Beragam dan Tekniknya
Contoh gerak non-lokomotor ada banyak sekali, sehingga dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolahraga. Berikut adalah beberapa contohnya:
Menekuk dengan membengkokkan bagian tubuh. Praktiknya adalah menekuk lutut, siku, atau pinggang ke depan.
Mengayun dengan menggerakkan anggota tubuh ke depan, belakang, atau samping tanpa berpindah tempat.
Memutar dengan menggerakkan bagian tubuh dengan gerakan melingkar. Misalnya memutar kepala atau pinggang secara perlahan.
Meliuk, yaitu menggerakkan tubuh dengan melenturkan bagian pinggang dan badan ke arah tertentu.
Mendorong dan menarik dengan emberikan tekanan atau menarik suatu benda tanpa memindahkan posisi kaki.
Meregangkan tubuh dengan eluruskan atau memanjangkan otot tertentu untuk meningkatkan kelenturan tubuh.
Jongkok dengan menurunkan posisi pinggul dengan menekuk lutut, kemudian kembali berdiri di tempat semula.
Gerak non-lokomotor memberi banyak manfaat bagi tubuh. Latihan gerak ini dapat membantu meningkatkan keseimbangan, melatih kelenturan otot dan sendi, dan yang terpenting adalah mengembangkan koordinasi gerak.
Selain itu, gerakan non-lokomotor turut meningkatkan kesadaran terhadap posisi tubuh pada kemampuan mengendalikan gerakan.
Gerakan memutar, mengayun, dan meliukkan badan adalah berbagai contoh gerak non-lokomotor. Gerakan ini sangat baik dilatih sejak usia dini melalui berbagai kegiatan olahraga dan permainan sederhana. (Win)
Baca juga: Contoh Perubahan Energi dalam Kehidupan Sehari-hari