Konten dari Pengguna

Penjelasan Peran Manusia dalam Sejarah Layaknya Pemeran Utama dalam Drama

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peran Manusia dalam Sejarah Layaknya Pemeran Utama dalam Drama Mengapa Demikian. Foto: Unsplash/melanfolia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Manusia dalam Sejarah Layaknya Pemeran Utama dalam Drama Mengapa Demikian. Foto: Unsplash/melanfolia

Peran manusia dalam sejarah layaknya pemeran utama dalam drama karena setiap peristiwa sejarah tidak terlepas dari tindakan, keputusan, dan pengalaman manusia.

Sejarah bukan sekadar catatan mengenai masa lampau, melainkan kisah tentang berbagai kehidupan manusia yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Mengapa Peran Manusia dalam Sejarah Layaknya Pemeran Utama dalam Drama

Ilustrasi Peran Manusia dalam Sejarah Layaknya Pemeran Utama dalam Drama Mengapa Demikian. Foto: Unsplash/eugeniia

Peran manusia dalam sejarah layaknya pemeran utama dalam drama. Mengapa demikian? Dikutip dari Buku Filsafat sejarah Profetik, Spekulatif, dan Kritis, Ajid Thohir & Ahmad Sahidin (2019), inilah penjelasannya.

Dalam kajian sejarah, manusia memiliki posisi sebagai subjek sekaligus objek. Sebagai subjek, manusia berperan sebagai pelaku yang melakukan tindakan dan menciptakan berbagai peristiwa.

Sementara sebagai objek, kehidupan serta tindakan manusia menjadi bahan yang dipelajari dan diceritakan dalam sejarah. Kedua posisi ini membuat keberadaan manusia tidak dapat dipisahkan dari proses terbentuknya suatu peristiwa sejarah.

Peran manusia juga terlihat dari kemampuannya menggunakan akal untuk memahami pengalaman, menentukan pilihan, serta mewujudkan gagasan melalui tindakan. Berbagai perubahan dalam masyarakat dapat muncul dari keputusan individu maupun kelompok.

Tokoh seperti Raden Wijaya, Raden Patah, Sultan Agung, dan Soekarno merupakan contoh tokoh yang memiliki pengaruh dalam perjalanan sejarah.

Namun, sejarah tidak hanya digerakkan oleh tokoh besar. Masyarakat biasa juga mengambil bagian melalui tindakan dan pengalaman yang mereka jalani.

Lingkungan alam memang dapat memengaruhi kehidupan manusia, misalnya melalui iklim, kondisi tanah, sumber daya, dan bencana.

Akan tetapi, manusia memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri, mengolah lingkungan, serta mengambil tindakan dalam menghadapi berbagai keadaan.

Oleh karena itu, manusia tidak sekadar menerima keadaan secara pasif, tetapi dapat memberikan respons yang turut membentuk perjalanan kehidupan masyarakat.

Gambaran manusia sebagai pemeran utama dalam drama dapat dipahami melalui hubungan antara pelaku, tindakan, dan peristiwa. Setiap keputusan yang diambil dapat meninggalkan jejak yang kemudian menjadi bagian dari cerita masa lalu.

Peran manusia dalam sejarah layaknya pemeran utama dalam drama dan mengapa demikian karena manusia menempati posisi penting sebagai pelaku sekaligus bagian yang dikaji di dalam setiap perjalanan sejarah. (Dista)

Baca Juga: Penjelasan Mengapa Kehidupan Manusia Tidak Dapat Dilepaskan dari Ruang dan Waktu