Peran Budaya Lokal Membentuk Identitas Masyarakat Indonesia
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tentu banyak yang bertanya-tanya perihal bagaimana budaya lokal membentuk identitas masyarakat. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, suku bangsa dengan ciri khas berbeda.
Adanya budaya lokal pada dasarnya sangat memudahkan seseorang untuk mengenali suku atau negara asalnya. Selain itu juga berperan penting dalam membentuk norma dan aturan hidup sehari-hari.
4 Peran Budaya Lokal Membentuk Identitas Masyarakat Indonesia yang Kaya Suku Bangsa
Dikutip dari laman kab-yalimo.kpu.go.id, berikut akan dijelaskan mengenai bagaimana budaya lokal membentuk identitas masyarakat pada poin-poin di bawah ini:
1. Pewarisan Tradisi
Era globalisasi yang terjadi saat ini tidak melunturkan semangat masyarakat untuk tetap menjalankan tradisi. Hal ini yang kemudian membentuk identitas masyarakat.
Sejak zaman dahulu, nenek moyang bangsa Indonesia telah menanamkan norma serta aturan hidup yang baik.
Metode penyebarannya beragam, seperti dari contoh langsung, tradisi lisan, maupun pelaksanaan upacara adat.
2. Penggunaan Bahasa Daerah
Indonesia didiami oleh berbagai suku bangsa yang memiliki bahasa daerahnya masing-masing.
Misalnya masyarakat suku Jawa berbicara dengan bahasa Jawa, sementara masyarakat suku Sunda berbicara dengan bahasa Sunda.
Fakta tersebut membuktikan bahwa bahasa daerah merupakan budaya lokal yang dapat memengaruhi identitas masyarakat.
Jadi, hanya dengan melihat bahasa yang digunakan, seseorang bisa dengan mudah menebak asal suku dan bangsanya.
3. Seni dan Simbol
Tidak hanya satu, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kesenian tradisionalnya.
Kesenian-kesenian tersebut umumnya ditampilkan pada acara tertentu, seperti upacara adat atau pertunjukan seni.
Selain kesenian, ciri khas suku bangsa Indonesia juga terlihat dari simbol yang digunakan. Beberapa di antaranya yakni pakaian adat yang memiliki fungsi penting sebagai pengenal visual suatu daerah.
4. Mitos yang Berkembang
Membahas perihal mitos, sebenarnya tidak semua mitos tidak ada alasan ilmiahnya.
Beberapa di antaranya dapat dikaitkan dengan alasan ilmiah, misalnya terkait bayi yang tidak boleh dibawa jauh dari rumah sebelum usianya 1 bulan.
Secara kesehatan, bayi yang berusia di bawah satu bulan masih sangat rentan terkena penyakit. Hingga kini, masyarakat suku Jawa masih mengikuti aturan tidak tertulis itu secara turun temurun.
Itulah ulasan mengenai bagaimana budaya lokal membentuk identitas masyarakat. Tidak bisa dipungkiri peran budaya memang berkaitan dengan masyarakat sekarang ini. (NOV)
Baca juga: Tradisi Indonesia yang Masih Dilakukan Sampai Sekarang di Berbagai Daerah