Perbedaan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur dalam Ilmu Geografi
Membagikan informasi dari berbagai topik.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui perbedaan angin muson barat dan angin muson timur penting dilakukan untuk mempermudah menebak musim pada setiap periode.
Pembahasan seperti ini juga sering dibahas pada mata pelajaran Geografi. Isinya seputar karakteristik dan hal-hal menarik dari keduanya.
Penjelasan Perbedaan Angin Muson Barat dan Angin Muson Timur
Dikutip dari laman bbmkg3.bmkg.go.id, perbedaan angin muson barat dan angin muson timur terletak pada beberapa aspek.
Di antaranya adalah arah pergerakan angin, waktu terjadinya, serta dampaknya terhadap cuaca di Indonesia, apakah kemarau atau musim penghujan.
Sebelum membahas perbedaan keduanya lebih lanjut, rasanya perlu untuk mengetahui sebenarnya apa itu pengertian angin muson.
Angin muson atau yang biasa disebut angin musim merupakan angin yang bertiup pada periode tertentu setiap setengah tahun sekali.
Pada setengah tahun pertama, angin yang berhembus berkarakter kering dari Benua Australia. Angin ini membuat wilayah yang dilaluinya mengalami musim kemarau.
Sementara setengah tahun selanjutnya, angin yang berhembus memiliki karakter basah. Asal anginnya dari Benua Asia yang menandai masuknya musim penghujan.
Angin muson terbagi menjadi dua yakni angin muson timur dan angin muson barat. Masing-masingnya memiliki karakter tersendiri.
Supaya lebih mudah memahami perbedaan antara angin muson barat dan angin muson timur, simak penjelasan berikut:
1. Angin Muson Barat
Arah pergerakan: bertiup dari Benua Asia menuju ke Benua Australia. Waktu terjadi: berlangsung pada bulan Oktober sampai April.
Sifat udara: banyak membawa uap air dan bersifat lembab karena melewati Samudra Hindia.
Dampak: menyebabkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
2. Angin Muson Timur
Arah pergerakan: bertiup dari Benua Australia menuju ke Benua Asia. Waktu terjadi: berlangsung pada bulan April sampai Oktober.
Sifat udara: bersifat kering dan panas karena melalui wilayah daratan Australia yang kering dan gurun.
Dampak: menyebabkan musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Sebagai tambahan, baik angin muson timur maupun barat memiliki pola dan jadwal yang cukup teratur setiap enam bulan sekali.
Jadwal tersebut membuat pergantian musim di wilayah tropis, termasuk Indonesia bisa diprediksi oleh BMKG dengan pola tahunan yang konsisten.
Itulah ulasan mengenai perbedaan angin muson barat dan angin muson timur yang dapat digunakan untuk mengetahui karakter masing-masing. (NOV)
Baca juga: Peninsula adalah Apa? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya