Perbedaan Cenil dan Ongol-Ongol, Jangan Sampai Tertukar
Membagikan informasi dari berbagai topik.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan cenil dan ongol-ongol kerap membuat orang penasaran, terutama bagi pencinta jajanan tradisional yang sekilas melihat keduanya tampak serupa.
Sama-sama hadir di etalase pasar tradisional dengan balutan kelapa parut dan cita rasa manis yang khas, kedua camilan ini sering kali dianggap sebagai makanan yang sama.
Padahal, di balik kemiripan tampilannya, terdapat berbagai sisi menarik yang membuat masing-masing memiliki karakter tersendiri.
Di Balik Kemiripan Tampilan, Ini Perbedaan Cenil dan Ongol-Ongol Sebagai Jajanan Tradisional
Perbedaan cenil dan ongol-ongol dapat dikenali dengan mudah meskipun sekilas kedua jajanan tradisional ini tampak serupa.
Keduanya sama-sama memiliki tekstur kenyal dan sering disajikan dengan taburan kelapa parut, sehingga tidak sedikit orang yang masih keliru saat membedakannya.
Padahal, terdapat beberapa ciri khas yang membuat masing-masing jajanan memiliki identitas tersendiri, mulai dari bahan utama, warna, hingga jenis pemanis yang digunakan.
Dikutip dari akun Instagram @monami_bakery, perbedaan pertama terletak pada bahan dasar pembuatannya. Cenil dibuat menggunakan tepung kanji, sedangkan ongol-ongol dibuat dari tepung sagu.
Meskipun sama-sama menghasilkan tekstur yang kenyal, penggunaan bahan yang berbeda menjadi salah satu pembeda utama antara kedua jajanan pasar tersebut.
Selain bahan dasar, warna juga menjadi ciri yang cukup mudah dikenali. Cenil umumnya memiliki warna cerah, seperti merah muda, kuning, dan hijau.
Sementara itu, ongol-ongol hadir dengan pilihan warna merah muda, hijau, serta cokelat. Warna cokelat pada ongol-ongol menjadi salah satu tanda yang membedakannya dari cenil.
Perbedaa cenil dan ongol-ongol berikutnya terdapat pada rasa manis yang digunakan. Cenil memiliki rasa manis yang berasal dari gula pasir.
Sebaliknya, ongol-ongol menggunakan gula jawa sebagai pemanis, sehingga menghasilkan warna yang lebih tua sekaligus cita rasa yang khas.
Cara sederhana untuk membedakan kedua jajanan ini dapat dilihat dari penggunaan gula dan tampilannya. Apabila suatu jajanan menggunakan gula pasir sebagai pemanis, maka jajanan tersebut adalah cenil.
Sebaliknya, apabila memiliki warna yang lebih tua atau kecokelatan karena menggunakan gula jawa, maka jajanan tersebut merupakan ongol-ongol.
Walaupun memiliki sejumlah perbedaan, cenil dan ongol-ongol tetap dikenal sebagai jajanan pasar yang sama-sama menawarkan tekstur kenyal.
Dengan mengenali bahan pembuat, variasi warna, serta jenis gula yang digunakan, perbedaan keduanya menjadi lebih mudah dipahami sehingga tidak lagi tertukar saat menjumpainya. (KIKI)
Baca juga: Asal Usul Klepon yang Jarang Diketahui