Konten dari Pengguna

Perbuatan yang Terhindar oleh Orang yang Beriman Kepada Malaikat

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbuatan yang Terhindar oleh Orang yang Beriman Kepada Malaikat, Foto:Unsplash/Susan Q Yin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbuatan yang Terhindar oleh Orang yang Beriman Kepada Malaikat, Foto:Unsplash/Susan Q Yin

Orang yang beriman kepada malaikat akan menghindarkan diri dari perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, baik yang dilakukan secara sengaja maupun karena terbawa oleh keadaan.

Kesadaran tersebut dapat memengaruhi cara seseorang berbicara, bersikap, serta menentukan tindakan ketika menghadapi berbagai situasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, godaan untuk melakukan sesuatu yang kurang baik dapat muncul dari berbagai keadaan.

Orang yang Beriman Kepada Malaikat akan Menghindarkan Diri dari Perbuatan yang Tidak Sesuai Agama

Ilustrasi Perbuatan yang Terhindar oleh Orang yang Beriman Kepada Malaikat, Foto:Unsplash/Rey Seven

Dikutip dari laman baznas.go.id, orang yang beriman kepada malaikat akan menghindarkan diri dari perbuatan keji atau perbuatan maksiat dan tercela.

Keimanan kepada malaikat tidak hanya berkaitan dengan keyakinan terhadap keberadaannya, tetapi juga dapat tercermin melalui sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang memiliki keimanan tersebut akan lebih berhati-hati dalam menentukan tindakan, sebab setiap amal diyakini selalu berada dalam pengawasan dan pencatatan malaikat.

Karena itu, perbuatan yang termasuk maksiat dan tercela berusaha dijauhi agar tidak terjerumus pada tindakan yang tidak baik.

Orang yang beriman meyakini bahwa malaikat, seperti Raqib dan Atid, selalu mengawasi serta mencatat setiap amal perbuatan manusia.

Keyakinan tersebut membuat seseorang menyadari bahwa setiap tindakan tidak terlepas dari pencatatan.

Oleh karena itu, kehati-hatian dalam bersikap menjadi hal yang penting, termasuk ketika berada dalam keadaan yang dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan tercela.

Dalam kehidupan sehari-hari, iman kepada malaikat dapat tercermin melalui usaha untuk menjaga perilaku.

Ketika hendak melakukan sesuatu, seseorang akan berusaha mempertimbangkan apakah perbuatan tersebut termasuk tindakan yang baik atau justru maksiat dan tercela.

Kesadaran terhadap tugas malaikat dalam mencatat amal membuat seseorang lebih memperhatikan setiap sikap yang dilakukan.

Malaikat Raqib dan Atid dikenal berkaitan dengan pencatatan amal manusia. Keyakinan terhadap hal tersebut mendorong orang yang beriman untuk menjaga diri dari perbuatan keji.

Sikap berhati-hati tidak hanya dilakukan ketika berada di hadapan orang lain, tetapi juga dalam berbagai keadaan, karena setiap amal diyakini tetap dicatat.

Dengan demikian, keimanan kepada malaikat memiliki kaitan dengan kehati-hatian dalam berperilaku.

Orang yang beriman akan berusaha menjauhi perbuatan maksiat dan tercela karena meyakini bahwa setiap amal manusia berada dalam pengawasan dan pencatatan malaikat.

Kesadaran tersebut menjadi dorongan untuk menjaga sikap serta menghindarkan diri dari perbuatan keji dalam kehidupan sehari-hari. (ARIF)

Baca juga: Malaikat Pencatat Amal Baik dan Buruk Manusia adalah Siapa? Ini Penjelasannya