Konten dari Pengguna

Persuasif adalah Apa? Ini Penjelasan Teknik dan Contohnya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Persuasif adalah, Foto:Unsplash/Kane Reinholdtsen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Persuasif adalah, Foto:Unsplash/Kane Reinholdtsen

Persuasif adalah metode komunikasi yang bertujuan membujuk seseorang agar mengikuti gagasan, keputusan, atau tindakan tertentu tanpa unsur paksaan.

Persuasif begitu akrab dalam kehidupan, meski sering kali tidak disadari.

Setiap hari, seseorang bisa saja terpapar kalimat, ajakan, atau pesan yang dirancang untuk memengaruhi cara berpikir maupun tindakan, mulai dari iklan di media sosial, pidato, promosi penjualan, hingga percakapan sederhana dengan teman.

Persuasif adalah Seni Mempengaruhi yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Persuasif adalah, Foto:Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Dikutip dari laman ciputra.ac.id, persuasif adalah bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memengaruhi, meyakinkan, atau mengubah sikap, pendapat, serta perilaku seseorang melalui cara yang logis dan dapat diterima.

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi persuasif sering digunakan untuk menyampaikan gagasan agar pihak lain bersedia mempertimbangkan atau mengikuti pesan yang disampaikan tanpa adanya unsur paksaan.

Melalui pendekatan ini, pesan tidak hanya disampaikan secara biasa, tetapi dirancang agar mampu menyentuh pemikiran dan pertimbangan penerima.

Meski sama-sama berusaha memengaruhi, komunikasi persuasif memiliki perbedaan yang jelas dengan manipulasi. Manipulasi cenderung dilakukan dengan cara menipu, menyesatkan, atau menyembunyikan fakta demi kepentingan tertentu.

Sebaliknya, komunikasi persuasif lebih menekankan bujukan yang etis, rasional, dan disampaikan dengan pertimbangan yang matang. Karena itu, metode ini dianggap lebih sehat dalam membangun pengaruh.

Dalam penerapannya, komunikasi persuasif memerlukan kemampuan menyusun argumen yang kuat, memilih bahasa yang tepat, serta memahami kondisi lawan bicara.

Pesan yang disampaikan biasanya dirancang untuk membangun kepercayaan sekaligus memberikan alasan yang masuk akal. Dengan cara tersebut, penerima pesan dapat mengambil keputusan secara sadar tanpa merasa ditekan.

Persuasif adalah seni memengaruhi orang lain melalui komunikasi yang jujur, terarah, dan bertanggung jawab.

Pendekatan ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, bisnis, pemasaran, hingga hubungan sosial, karena mampu menciptakan perubahan sikap dengan cara yang lebih bijaksana. (DANI)

Baca juga: Rumah Adat Joglo adalah Apa? Ini Asal Usul dan Karakteristik Utamanya