Konten dari Pengguna

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Politik di Lingkungan Sekolah

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Berikan tiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah,Foto:Unsplash/Nick Agus Arya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Berikan tiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah,Foto:Unsplash/Nick Agus Arya

Berikan tiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah. Membiasakan diri menerapkan pancasila bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa.

Sekolah menjadi salah satu lingkungan yang tepat untuk mengenalkan pentingnya bersikap adil, menghormati hak orang lain, dan ikut bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.

Tiga Contoh Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Politik di Lingkungan Sekolah

Ilustrasi Berikan tiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah,Foto:Unsplash/Mufid Majnun

Berikan tiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah, berikut contohnya yang dikutip dari Jurnal Analisis Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Siswa di Lingkungan Sekolah oleh Sarah Nadia,dkk (2026).

1. Demokrasi dalam Pemilihan Ketua Kelas

Pemilihan ketua kelas menjadi salah satu contoh penerapan nilai pancasila, khususnya sila keempat. Dalam kegiatan ini, setiap siswa memiliki kesempatan untuk memilih calon ketua kelas sesuai dengan pilihannya.

Proses pemilihan dapat dilakukan melalui pemungutan suara setelah para calon menyampaikan visi dan misinya. Siswa belajar bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk menentukan pemimpin.

2. Musyawarah untuk Mengambil Keputusan

Musyawarah dapat diterapkan ketika siswa menentukan jadwal piket, menyusun aturan kelas, atau merencanakan kegiatan sekolah. Setiap siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan usulan sebelum keputusan ditetapkan bersama.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa keputusan sebaiknya tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan seluruh anggota kelas.

Apabila muncul perbedaan pendapat, siswa perlu menyikapinya dengan tenang dan mencari jalan tengah yang dapat diterima bersama. Sikap tersebut mencerminkan nilai demokrasi dan kebersamaan dalam Pancasila.

3. Memberikan Kesempatan kepada Siswa untuk Menyampaikan Pendapat

Contoh lainnya adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pemikiran saat diskusi kelas, rapat organisasi, atau kegiatan kelompok. Guru dapat mendorong setiap siswa agar berani berbicara tanpa merasa takut diremehkan oleh teman-temannya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga perlu mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri.

Kebiasaan ini membantu siswa mengembangkan kemandirian, rasa percaya diri, dan tanggung jawab terhadap gagasan yang disampaikan. Siswa juga belajar menerima konsekuensi dari keputusan kelompok serta menghargai hasil kesepakatan bersama.

Ketiga contoh perwujudan nilai-nilai pancasila dalam bidang politik di lingkungan sekolah tersebut menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang besar.

Lingkungan sekolah justru menjadi tempat yang tepat untuk membiasakan siswa mengenal demokrasi sejak dini.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Warga Negara dengan Setiap Sila Pancasila yang Perlu Dipahami